-->
Sudah 8 Rumah Warga di Desa Pao Jadi Sasaran Teror Pembakaran Rumah
Sudah 8 Rumah Warga di Desa Pao Jadi Sasaran Teror Pembakaran Rumah

Sudah 8 Rumah Warga di Desa Pao Jadi Sasaran Teror Pembakaran Rumah

banner

 



LUWU UTARA – Aksi teror bakar rumah warga terjadi terjadi di Desa Pao, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Camat Malangke Barat, sulpiadi mengatakan dalam beberapa hari terakhir ini sedikitnya ada 8 unit rumah yang jadi sasaran, beruntung warga dibantu Kepolisian cepat menanganinya.

“Sampai saat ini sudah ada 8 unit rumah yang nyaris terbakar, pelaku melakukan aksinya di bagian belakang atau samping rumah, namun hingga saat ini pelaku tidak diketahui dan ditemukan,” kata Sulpiadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (15/10/2020).

Menurut Sulpiadi setiap kejadian warga melihat ada rumah yang dibakar dindingnya di bagian belakang sehinga warga teriak meminta pertolongan dan langsung memadamkan api.

“Warga bingung karena pelaku misterius begitu ada kejadian langsung hilang dan tidak ada jejak, sementara kalau dibilang orang gila di daerah ini tidak ada orang gila jadi aneh pelakunya misterius,” ucap Sulpiadi.

Sulpiadi menambahkan kejadian teror pembakaran rumah warga umumnya terjadi di sekitar Posko pemenangan salah satu Pasangan Calon yakni di sekitar rumah milik Ronny Abbas.

“Selama ini kejadian terjadi di sekitar rumah bapak Ronny Abbas yang mana di rumah itu ada Posko salah satu Pasangan Calon, kami juga belum tahu apa motif sampai ada teror pembakaran rumah,” ujar Sulpiadi.

Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan pihak Pemerintah Kecamatan Malangke Barat mengaktifkan ronda.

“Antisipasinya kami aktifkan ronda bersama warga dan pihak kepolisian serta Babinsa,” tutur Sulpiadi.

Sementara Kapolsek Malangke Barat AKP I Gusti Putu Ngurah mengatakan situasi saat ini di Malangke Barat khususnya Desa Pao berlangsung aman dan pihaknya sudah melakukan penyelidikan.

“Pelaku belum diketahui dan masih dalam penyelidikan, selain itu penjagaan dan pengamanan dilakukan dengan mengaktifkan ronda bersama masyarakat Desa Pao,” jelas I Gusti Putu Ngurah.

I Gusti Putu Ngurah menambahkan teror pembakaran rumah tersebut terjadi dengan membakar kain seperti kain Lap dan baju bekas.

“Yang dibakar berupa kain lap kaki  yang ada di belakang rumah atau kandang ayam, kemungkinan pelaku hanya lewat saja di belakang rumah orang dan membawa korek api lalu menyalakannya dan langsung pergi,” tambah I Gusti Putu Ngurah


Advertisement

Baca juga:

banner