Islamic Center Mahalona Beranggaran Rp 5,4 Miliar Baru Rampung, Atap Sudah Rusak

LUWU TIMUR – Pembangunan Islamic Center di Desa Libukang Mandiri, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menuai sorotan warga. Meski proyek tersebut telah rampung sejak Februari 2026, sejumlah bagian atap bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.


Pantauan warga setempat, kondisi atap terlihat ringsek dan penyok. Mereka menilai kualitas pengerjaan oleh kontraktor tidak maksimal, termasuk penggunaan material yang dianggap terlalu tipis.


Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir menyampaikan identitas karena alasan pribadi. Ia berharap pihak kontraktor segera bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.


“Ringsek atapnya, lagi pula tipis sekali itu atapnya. Kami tidak tahu apakah memang seperti itu spesifikasinya. Ini rumah ibadah, jadi sebaiknya diperbaiki,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).


Diketahui, pembangunan Islamic Center di kawasan transmigrasi Mahalona Raya ini bersumber dari bantuan Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi RI tahun 2025 dengan nilai anggaran mencapai Rp 5,4 miliar. Proyek tersebut dikerjakan dalam rentang waktu 10 Oktober hingga 31 Desember 2025.


Dikutip dari lutimterkini.com, kuasa direktur CV Bintang Sejati selaku rekanan proyek, Ekki Jadda, menyatakan pihaknya siap memperbaiki kerusakan yang dikeluhkan warga. Ia menyebut material pengganti atap saat ini sedang dalam proses pengiriman.


“Kami berkomitmen dan bertanggung jawab atas kerusakan atap yang disorot warga. Material pengganti sudah kami pesan, dan begitu tiba akan langsung lakukan perbaikan,” kata Ekki.


Ia menjelaskan, kerusakan atap terjadi akibat kendala teknis dalam tahapan pekerjaan. Menurut dia, pemasangan kubah seharusnya dilakukan lebih awal, namun material kubah terlambat tiba sehingga pekerja lebih dulu memasang atap.


“Ketika material kubah datang, proses pemasangan menyebabkan adanya beban injakan di atas atap, sehingga terjadi penyok di beberapa bagian,” ujarnya.


Ekki menambahkan, perbaikan atap juga telah direkomendasikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan pengawas, PT Paraga Nusantara.


Sementara itu, proyek Islamic Center Mahalona sempat mengalami keterlambatan pengerjaan dan mendapatkan perpanjangan waktu melalui adendum selama 50 hari, terhitung sejak 1 Januari hingga 19 Februari 2026.


Anggota Komisi III DPRD Luwu Timur, Rivaldi, mengaku baru mengetahui adanya persoalan tersebut. Ia memastikan akan segera meninjau langsung kondisi bangunan di lapangan.


“Secepatnya kami akan turun ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya,” kata Rivaldi.


Islamic Center Mahalona sendiri diharapkan menjadi salah satu pusat pengembangan syiar Islam di wilayah transmigrasi Luwu Timur. Namun, munculnya persoalan ini menimbulkan kekhawatiran warga terkait kualitas bangunan yang baru selesai dikerjakan.

Previous Post Next Post