LUWU - Bupati Luwu, H Patahuddin, menyatakan dukungan penuh terhadap program Sekolah Nasional Terintegrasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Patahuddin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Luwu telah menyiapkan lokasi pembangunan sekolah tersebut di Kecamatan Larompong Selatan.
“Lokasinya sudah diusulkan di Kecamatan Larompong Selatan. Proyek ini direncanakan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai mencapai Rp 250 miliar untuk satu unit sekolah,” ujar Patahuddin kepada wartawan usai kegiatan buka puasa bersama di rumah jabatan bupati, beberapa waktu lalu.
Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk menjawab dua persoalan utama pendidikan, yakni rendahnya mutu dan ketimpangan antarwilayah.
Arahan tersebut ditegaskan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah pada 3 Februari 2026 sebagai mandat nasional untuk menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berdaya saing global.
Dalam implementasinya, sekolah ini dirancang sebagai sistem pendidikan terpadu yang mencakup seluruh jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK dalam satu kawasan.
Selain itu, sekolah akan dilengkapi sarana dan prasarana modern, termasuk laboratorium berstandar tinggi serta fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi Kaddiraja, mengatakan bahwa sekolah tersebut tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan bakat siswa secara menyeluruh.
“Sekolah ini akan menjadi pusat pembinaan siswa, baik yang memiliki bakat akademik maupun non-akademik, seperti sains, teknologi, olahraga, dan seni,” kata Andi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, konsep pembelajaran yang diterapkan mengusung pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, dan Sports) yang dipadukan dengan kurikulum nasional serta pengayaan internasional.
Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib, sementara bahasa asing lain seperti Mandarin, Jepang, Arab, dan Prancis menjadi pilihan.
Sekolah ini juga akan dilengkapi dengan area pelatihan pertanian dan peternakan sebagai bagian dari pendidikan berbasis keterampilan yang disesuaikan dengan potensi wilayah.
Program tersebut menyasar masyarakat menengah ke bawah guna membuka akses pendidikan berkualitas secara merata. Menariknya, seluruh layanan pendidikan dalam Sekolah Nasional Terintegrasi direncanakan gratis bagi peserta didik.
Melalui pembangunan ini, pemerintah daerah optimistis dapat menghadirkan pusat pendidikan unggulan di Luwu sekaligus menjadi model transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
