PALOPO – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
(SPPG) Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, memberikan penjelasan
terkait menu mi ayam dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan
kepada siswa tanpa disertai sendok.
SPPG Wara yang berada di
bawah naungan Yayasan Alfayaturrahmah menyebutkan, ketiadaan alat makan
tersebut bukan tanpa koordinasi. Hal itu telah disampaikan terlebih dahulu
kepada pihak sekolah sebelum pendistribusian menu dilakukan.
Asisten Lapangan SPPG Wara,
Feryanto, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama
sehingga pengadaan sendok belum dapat dipenuhi dalam program MBG, khususnya
untuk menu berkuah seperti mi ayam.
“Anggaran pengadaan sendok
memang belum ada. Karena itu, kami sudah menyampaikan kepada wali kelas atau
guru di seluruh sekolah penerima agar mengimbau siswa membawa sendok sendiri
saat menyantap menu mi ayam MBG,” kata Feryanto, Jumat (6/2/2026).
Menurut Feryanto, keputusan
tersebut diambil agar program MBG tetap berjalan sesuai jadwal dan siswa tetap
menerima asupan gizi, meski dengan keterbatasan fasilitas pendukung.
Ia menambahkan, selama ini
standar menu MBG yang disalurkan SPPG Wara telah disesuaikan dengan ketentuan
pemenuhan gizi, mencakup sumber protein hewani seperti daging, ayam, dan telur,
serta dilengkapi dengan karbohidrat dan sayuran.
Namun demikian, SPPG Wara
juga membuka ruang partisipasi dari siswa dan pihak sekolah dalam menentukan
variasi menu harian. Salah satunya adalah menu mi ayam, yang muncul atas
masukan dan permintaan siswa.
“Selain menu standar, kami
juga menerima masukan dari siswa terkait menu yang ingin disiapkan untuk hari
berikutnya. Menu mi ayam ini termasuk salah satu usulan yang kami tindak
lanjuti,” ucap Feryanto.
Saat ini, SPPG Wara melayani
sebanyak 2.647 siswa dari tujuh satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Wara.
Sekolah-sekolah tersebut meliputi SMAN 3 Palopo, SD Negeri Tompotikka, SD DDI,
SD Negeri Dangerakko, SD Negeri Pajalesang, TK Pembina, Sanggar Kegiatan
Belajar (SKB), serta Pondok Tahfiz Wanita Anggrek.
Keberadaan SPPG di Kota
Palopo, lanjut Feryanto, tidak hanya berperan dalam mendukung program pemenuhan
gizi bagi peserta didik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat
setempat.
“Salah satu kontribusi nyata
SPPG adalah merekrut tenaga kerja lokal sebagai karyawan, sehingga turut
membantu membuka lapangan pekerjaan di sekitar wilayah pelayanan,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan Sejumlah siswa SD Negeri 47 Tompotikka,
Kota Palopo, Sulawesi Selatan, terpaksa menyantap makanan bergizi gratis (MBG)
berupa mi ayam tanpa sendok, Jumat (6/2/2026).
Menu makanan berkuah tersebut dibagikan tanpa dilengkapi alat
makan. Salah seorang siswi kelas V SDN 47 Tompotikka, Indriyani, mengatakan
menu mi ayam merupakan menu berkuah pertama yang diterima sejak program MBG
berjalan di sekolahnya.
“Iya, mi ayam menunya hari ini. Saya bawa sendok, tapi ada
teman-teman yang tidak bawa sendok, makannya pakai tangan,” kata Indriyani saat
ditemui di sekolahnya, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, selama ini menu MBG yang dibagikan umumnya
tidak berkuah sehingga siswa terbiasa makan tanpa sendok.
“Baru kali ini ada menu berkuah. Selama ini
tidak berkuah, jadi teman-teman makan pakai tangan,” ucapnya.
Kepala SDN 47 Tompotikka, Muharris, mengatakan sekolahnya
telah menerima program MBG hampir selama satu bulan, terhitung sejak 12 Januari
2026.
“Di sekolah kami ada 507 siswa dan 27 tenaga pendidik yang
menerima manfaat dari program MBG,” tutur Muharris.
Ia mengungkapkan, selama pelaksanaan MBG, pihak
sekolah sempat mengalami kendala keterlambatan distribusi pada pekan lalu.
“Minggu lalu MBG datang terlambat. Anak-anak sudah pulang, sehingga orang tua yang datang mengambil makanan di sekolah pada siang hari,” jelasnya.
