PALOPO – Sejumlah siswa SD Negeri 47 Tompotikka, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, terpaksa menyantap makanan bergizi gratis (MBG) berupa mi ayam tanpa sendok. Menu makanan berkuah tersebut dibagikan tanpa dilengkapi alat makan, Jumat (6/2/2026).
Pada hari yang sama, sejumlah sekolah di wilayah Tompotikka, Kecamatan Wara, Kota Palopo, menerima MBG dengan menu mi ayam dan potongan buah melon. Namun, ketiadaan sendok membuat sebagian siswa terpaksa menyantap mi ayam menggunakan tangan.
Salah seorang siswi kelas V SDN 47 Tompotikka, Indriyani, mengatakan menu mi ayam merupakan menu berkuah pertama yang diterima sejak program MBG berjalan di sekolahnya.
“Iya, mi ayam menunya hari ini. Saya bawa sendok, tapi ada teman-teman yang tidak bawa sendok, makannya pakai tangan,” kata Indriyani saat ditemui di sekolahnya, Jumat (6/2/2026).
Indriyani menjelaskan, selama ini menu MBG yang dibagikan umumnya tidak berkuah sehingga mereka terbiasa makan tanpa sendok.
“Baru kali ini ada menu berkuah. Selama ini tidak berkuah, jadi teman-teman makan pakai tangan,” ucapnya.
Selain soal alat makan, Indriyani juga menyoroti kualitas dan variasi menu MBG yang dinilainya masih perlu ditingkatkan. Ia berharap ke depan menu yang dibagikan bisa lebih bervariasi dan kualitas bahan makanan diperhatikan.
“Jarang sekali ada susu, kayaknya baru dua kali. Jeruknya kadang kecut sekali, pisangnya juga kadang terlewat masak. Semoga buahnya bisa diganti-ganti dan lebih sering ada susu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SDN 47 Tompotikka, Muharris, mengatakan sekolahnya telah menerima program MBG hampir selama satu bulan, terhitung sejak 12 Januari 2026.
“Di sekolah kami ada 507 siswa dan 27 tenaga pendidik yang menerima manfaat dari program MBG,” tutur Muharris.
Muharris mengungkapkan, selama pelaksanaan program MBG, pihak sekolah sempat mengalami kendala keterlambatan distribusi pada pekan lalu.
“Minggu lalu MBG datang terlambat. Anak-anak sudah pulang, sehingga orang tua yang datang mengambil makanan di sekolah pada siang hari,” jelasnya.
Terkait menu mi ayam yang dibagikan hari ini, Muharris menyebut sebagian besar siswa tidak membawa sendok karena sebelumnya tidak ada kewajiban dari sekolah.
“Hari ini menunya makanan berkuah, mi ayam. Anak-anak rata-rata tidak bawa sendok, jadi ada beberapa yang terpaksa makan pakai tangan,” jelasnya.
Menurut Muharris, sejak awal pihak sekolah memang tidak mewajibkan siswa membawa alat makan sendiri karena menu MBG sebelumnya didominasi makanan kering atau tidak berkuah. Meski demikian, ia mengakui ada beberapa kelas yang secara mandiri berinisiatif membawa sendok dari rumah.
Muharris berharap pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat lebih intens berkoordinasi dengan sekolah, khususnya terkait pemberitahuan menu MBG sebelum didistribusikan.
“Kami berharap menu bisa diinformasikan lebih awal, supaya sekolah bisa mengantisipasi kebutuhan siswa dan kejadian seperti ini tidak terulang,” harapnya.
