Hidayat Jaya Minta Pemerintah Maksimalkan Pencegahan dan Vaksinasi PMK bagi Hewan Ternak Sapi
INSPIRASI TIMUR INDONESIA


LUWU -  Owner Perkasa Farm, Hidayat Jaya, meminta Pemerintah untuk maksimalkan pencegahan Penyakit mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak khususnya Kabupaten Luwu dan Palopo, agar penyakit pada hewan ternak sapi ini tidak meluas.

"Maraknya PMK pada hewan ternak sapi sangat meresahkan masyarakat khususnya para peternak sapi. Ia berharap pemerintah harus hadir untuk memberikan solusi pencegahan dan memaksimalkan vaksinasi PMK," ujar, Hidayat Jaya, Rabu, 17 Agustus 2022.

Hidayat Jaya, mengatakan sampai sekarang ini untuk pencegahan masalah PMK pada hewan ternak sapi belum terlalu maksimal yang dilakukan oleh Pemerintahan setempat dalam hal ini Dinas terkait.

"Kenapa saya katakan seperti ini karena kita melihat fakta di lapangan, bahkan sampai saat ini penyakit pada hewan ternak ini menghantui di tengah-tengah masyarakat khususnya para peternak. Berdasarkan informasi yang beredar kalau sejumlah hewan ternak sapi khususnya di wilayah Kabupaten Luwu terdampak PMK," katanya.

Lanjut, Hidayat mengharapkan Pemkab Luwu melalui Dinas Pertanian agar memberikan sosialisasi langsung ke para peternak terkait dengan pencegahan, dan memassifkan vaksinasi PMK pada hewan ternak.

"Beberapa waktu lalu vaksinasi untuk hewan ternak sapi sudah dilakukan di desa Tiromanda dan Posi, Kecamatan Bua. Namun, data sapi sudah divaksin belum merata ke semua sapi, ini harapan kita semua kita menunggu pemerintah untuk melakukan vaksinasi dan memberikan sosialisasi terkait pencegahan PMK ini," jelasnya.

Sementara itu, Hidayat Jaya, menyampaikan peternak masih kebingungan untuk melakukan komunikasi jika ada hewan ternak mereka yang terjangkit penyakit ini atau informasi terkait dengan pencegahan wabah PMK.

"Maka dari itu kami mengharapkan agar para Penyuluh untuk maksimal datang di setiap kelompok peternak sapi, guna memberikan informasi terkait dengan pencegahan dan solusi terkait wabah PMK ini bagi ternak sapi," harap, Hidayat.

Disamping itu, kata Hidayat Jaya, dampak dari wabah PMK ini sangat berpengaruh terhadap harga penjualan hewan ternak sapi, menurutnya penjualan hewan ternak tidak sesuai standar harga.

"Karena persoalan PMK ini sangat berpengaruh dengan harga jual beli hewan ternak sapi, tentunya hal ini sangat merugikan bagi peternak, karena harga pakan hewan tidak sebanding dengan harga jual hewan ternak sapi," jelasnya.

"Pemerintah pusat dalam hal ini kementrian pertanian agar menseriusi penanganan PMK ini, seharusnya pemerintah segera melakukan tindakan semua sapi khususnya kabupaten Luwu dan Palopo mendapatkan vaksinasi pertama dan kedua, dan harusnya sapi dari daerah luar yang masuk ke daerah khususnya Kabupaten Luwu harus dilakukan karantina selama beberapa waktu guna memastikan sapi itu sehat dan tidak terjangkit wabah PMK," sambungnya.

Previous Post Next Post