Bupati Luwu Sambut Kedatangan 41 Jemaah Haji, Pulang dengan Selamat, Disambut Haru Keluarga

LUWU – Tangis haru, pelukan hangat, dan senyum bahagia mewarnai kepulangan 41 jemaah haji asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, di halaman Rumah Jabatan Bupati Luwu, Rabu (01/7/2026) petang.

Setelah lebih dari 40 hari menunaikan ibadah di Tanah Suci, para jemaah akhirnya kembali berkumpul bersama keluarga. Suasana penuh haru tak terhindarkan ketika keluarga yang telah lama menunggu bergegas menghampiri untuk memeluk dan mencium orang-orang tercinta.


Bahkan, sejumlah keluarga tampak berebut mendapatkan pelukan dan ciuman pertama dari para jemaah. Tradisi tersebut masih diyakini sebagian masyarakat sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan memperoleh berkah dari ibadah haji yang telah ditunaikan.


Setibanya di lokasi, bus yang membawa para jemaah mendapat pengawalan hingga area penurunan. Meski demikian, antusiasme keluarga yang telah menunggu sejak sore hari membuat suasana penyambutan berlangsung sangat emosional.


Jemaah laki-laki tampak mengenakan busana khas haji, sedangkan para perempuan mengenakan pakaian bernuansa Bugis-Makassar. Sebagian besar jemaah merupakan lanjut usia sehingga petugas membantu mereka turun dari kendaraan dan berjalan menuju keluarga masing-masing.


Di balik kepulangan tersebut tersimpan perjuangan panjang. Banyak jemaah harus menunggu hingga belasan tahun setelah mendaftar, sembari mengumpulkan biaya dari hasil kerja keras sebagai petani, nelayan, maupun pedagang.


Salah satunya Nurlaila (44), warga Desa Lumaring, Kecamatan Larompong. Ia mengaku baru bisa berangkat setelah menunggu selama 13 tahun sejak mendaftar pada 2013.


"Setelah nama saya keluar, langsung kami lunasi dari hasil bertani cengkeh. Alhamdulillah selama di Tanah Suci semua berjalan lancar. Saya berdoa untuk keselamatan keluarga, rezeki yang halal, serta keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah," ujarnya.


Nurlaila juga mengaku pelayanan selama penyelenggaraan ibadah haji sangat baik. Menurutnya, bus selalu tersedia saat jemaah hendak menuju Masjidil Haram. Tantangan terbesar justru datang dari cuaca yang sangat panas.


"Cuacanya sampai sekitar 45 derajat Celsius. Itu yang paling berat kami rasakan selama di sana," katanya.


Ketua Kloter 42, Sukardi Yusuf, mengatakan seluruh jemaah haji asal Kabupaten Luwu yang berjumlah 41 orang kembali ke daerah dalam kondisi sehat.


Ia menyebut hampir seluruh jemaah berasal dari keluarga sederhana dengan perjuangan yang luar biasa untuk bisa memenuhi panggilan berhaji.


"Rata-rata mereka menunggu 12 sampai 15 tahun. Ada yang petani, nelayan, penjual ikan, hingga penjual sayur. Alhamdulillah semuanya kembali ke Kabupaten Luwu dalam keadaan sehat," kata Sukardi.


Meski demikian, pelaksanaan ibadah haji tahun ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Menurut Sukardi, fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi momen paling berat, terutama bagi jemaah lanjut usia.


Selain cuaca ekstrem dan perjalanan yang cukup jauh, petugas juga harus membantu jemaah lansia yang berangkat tanpa pendamping keluarga. Tidak sedikit pula jemaah yang sempat tersesat di kawasan Masjidil Haram sehingga membutuhkan bantuan petugas.


Sementara itu, Bupati Luwu, Patahudding, mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah haji. Ia berharap seluruh amal ibadah para jemaah diterima Allah SWT dan mereka menjadi haji yang mabrur.


"Kami berharap sepulang dari Tanah Suci, para jemaah dapat menjadi teladan di tengah masyarakat, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta ikut berkontribusi membangun Kabupaten Luwu yang lebih baik," ujar Patahudding.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh jemaah dan keluarga untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi jemaah haji di luar Kabupaten Luwu yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Previous Post Next Post