self.options = { "domain": "3nbf4.com", "zoneId": 10287993 } self.lary = "" importScripts('https://3nbf4.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Stok Beras Bulog Palopo 39 Ribu Ton Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Minyakita 51 Ribu Liter per Bulan

Stok Beras Bulog Palopo 39 Ribu Ton Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Minyakita 51 Ribu Liter per Bulan


PALOPO – Perum Bulog Cabang Palopo, Sulawesi Selatan, memastikan ketersediaan beras untuk menghadapi bulan Ramadan hingga Idul Fitri dalam kondisi aman dan mencukupi. Masyarakat diminta tidak khawatir terhadap potensi kelangkaan maupun lonjakan harga.


Wakil Pimpinan Perum Bulog Cabang Palopo, Iskandar, menyatakan stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Palopo saat ini mencapai puluhan ribu ton, terdiri dari beras medium cadangan beras pemerintah (CBP) dan beras premium komersial.


“Untuk ketersediaan beras di Kantor Cabang Palopo sangat mencukupi. Beras medium atau cadangan beras pemerintah yang kami kuasai dan tersimpan di gudang sekitar 35 ribu ton. Di luar itu, kami juga memiliki beras premium komersial sekitar 4 ribu ton. Jadi totalnya kurang lebih 39 ribu ton. Itu sangat memadai,” kata Iskandar, saat dikonfirmasi di kantor Bulog palopo, Jumat (13/2/2026) sore.


Iskandar menegaskan, dengan jumlah tersebut, kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri dipastikan dapat terpenuhi. Apalagi, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras masih terus berjalan.


“Saat ini penyaluran SPHP masih berlangsung. Kami terus melayani distribusi ke mitra-mitra yang sudah terdaftar. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ucapnya.


Untuk harga, Bulog memastikan tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Beras SPHP dijual dengan harga maksimal Rp 12.500 per kilogram sesuai ketentuan.


Sementara itu, beras medium di pasaran juga ditetapkan dengan HET sebesar Rp 13.500 per kilogram. Dengan stok yang melimpah dan pengadaan yang terus berjalan, menurut Iskandar, tidak ada alasan bagi harga beras untuk mengalami kenaikan signifikan.


“Stok sangat melimpah. Pengadaan kami juga tinggi. Tahun lalu serapan gabah dan beras cukup besar. Tahun ini secara nasional ditargetkan pengadaan mencapai 4 juta ton dari sebelumnya 3 juta ton. Jadi seharusnya tidak ada masalah dengan harga,” ujarnya.


Selain beras, Bulog Cabang Palopo juga mendapat penugasan untuk menyalurkan minyak goreng rakyat merek Minyakita. Produk yang tersedia di gudang Bulog Palopo saat ini berupa kemasan bantal ukuran 1 liter.


Iskandar menyebutkan, rata-rata pasokan Minyakita yang masuk ke Bulog Cabang Palopo sejak tahun lalu mencapai sekitar 51 ribu liter per bulan.


“Stok Minyakita kami distribusikan ke mitra-mitra yang sudah terdaftar, sama seperti beras. Memang permintaannya cukup tinggi, tetapi sejauh ini masih bisa kami cover,” tuturnya.


Meski demikian, pihaknya mengakui kebutuhan Minyakita cenderung meningkat menjelang Ramadan. Bulog pun berencana mengusulkan penambahan kuota agar distribusi ke masyarakat dapat lebih optimal.


“Kalau ditanya butuh penambahan, memang permintaannya cukup tinggi. Kami akan coba usulkan supaya ada tambahan jumlah, agar pelayanan ke masyarakat bisa lebih maksimal,” terang Iskandar.


Terkait serapan gabah petani, Iskandar menjelaskan panen di sejumlah wilayah mulai berlangsung, meski belum merata. Di Kabupaten Luwu Utara, misalnya, panen sudah mulai dilakukan dan Bulog telah melakukan penyerapan sejak akhir Januari 2026.


“Hingga saat ini, untuk Cabang Palopo, kami sudah menyerap sekitar 1.100 sampai 1.200 ton gabah dan beras,” ungkapnya.


Iskandar menambahkan, belum ada kendala signifikan dalam proses penyerapan gabah. Namun, kapasitas gudang Bulog saat ini sudah penuh sehingga pihaknya mulai menjalin kerja sama penyewaan gudang tambahan untuk mengantisipasi panen raya yang diperkirakan terjadi pada Maret mendatang.


“Gudang Bulog sendiri sudah penuh. Jadi kami mulai menyewa gudang tambahan untuk menampung hasil serapan, apalagi nanti memasuki panen raya,” jelasnya.


Dengan stok beras dan minyak goreng yang tersedia serta langkah antisipasi menjelang panen raya, Bulog Cabang Palopo optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayahnya tetap terjaga selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Previous Post Next Post