LUWU – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIV tingkat Kabupaten Luwu tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11–17 Februari 2026. Kegiatan tahunan ini akan dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Padang Sappa, Kecamatan Ponrang.
Sebanyak 425 peserta yang tergabung dalam kafilah dari 22 kecamatan se-Kabupaten Luwu akan ambil bagian dalam ajang tersebut. Panitia menyiapkan delapan cabang lomba dengan total 24 golongan yang akan dipertandingkan.
MTQ XXXIV Kabupaten Luwu tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Berkeadaban, Moderat Menuju Luwu yang Unggul dan Berkarakter.”
Ketua Panitia MTQ Kabupaten Luwu, Ahyar Kasim, mengatakan seluruh persiapan teknis, termasuk akomodasi bagi peserta dan kafilah, telah rampung.
“Akomodasi sudah siap untuk seluruh kafilah dari 22 kecamatan, dengan jumlah peserta sekitar 425 orang,” ujar Ahyar, yang juga menjabat Asisten I Pemerintah Kabupaten Luwu, saat dikonfirmasi media, Sabtu (7/2/2026).
Delapan cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Seni Baca Al-Qur’an, Qira’ah, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, Seni Kaligrafi, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Cabang Seni Baca Al-Qur’an mencakup golongan tartil, tilawah anak-anak, remaja, dewasa, hingga tunanetra. Untuk cabang Hafalan Al-Qur’an, kategori yang dilombakan mulai dari 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, hingga 30 juz. Sementara cabang kaligrafi melombakan kategori naskah, hiasan mushaf, dekorasi, kontemporer, dan digital.
Menurut Ahyar, pelaksanaan MTQ bukan sekadar agenda rutin pemerintah daerah, melainkan bagian dari upaya membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Selain menjadi kalender dua tahunan Pemerintah Kabupaten Luwu, MTQ ini bertujuan membumikan Al-Qur’an di Kabupaten Luwu, mengajak masyarakat untuk senantiasa membaca Al-Qur’an di setiap rumah umat Islam,” ujarnya.
Ia menambahkan, MTQ juga menjadi ajang seleksi untuk mencari peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Luwu pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
“Kami mencari bibit qari dan qariah terbaik untuk mewakili Kabupaten Luwu pada MTQ tingkat Provinsi Sulsel yang akan digelar di Kabupaten Maros pada April 2026,” kata Ahyar.
Lebih lanjut, Ahyar berharap Al-Qur’an dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat.
“Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di setiap rumah tangga muslim,” ucapnya.
Pelaksanaan MTQ XXXIV Kabupaten Luwu tahun ini juga memiliki keunikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lokasi kegiatan berada di Kelurahan Pasang Sappa, wilayah dengan masyarakat yang majemuk dan tingkat toleransi antarumat beragama yang dinilai tinggi.
“Perbedaannya dengan MTQ sebelumnya, karena Padang Sappa merupakan wilayah majemuk dengan toleransi antarumat beragama yang sangat terjaga. Bahkan, nonmuslim juga kami libatkan sebagai panitia lokal dan mereka aktif hadir dalam rapat-rapat persiapan,” jelas Ahyar.
