self.options = { "domain": "3nbf4.com", "zoneId": 10287993 } self.lary = "" importScripts('https://3nbf4.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Jembatan Salubua–Kaili Diresmikan, Bupati Luwu Klaim Tuntas di Tengah Efisiensi Rp97 Miliar

Jembatan Salubua–Kaili Diresmikan, Bupati Luwu Klaim Tuntas di Tengah Efisiensi Rp97 Miliar

LUWU – Bupati Luwu, Patahudding, meresmikan Jembatan Salubua–Kaili yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kecamatan Suli Barat. Peresmian tersebut menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis yang dituntaskan pada tahun pertama masa kepemimpinannya.


Dalam sambutannya, Patahudding menegaskan bahwa penyelesaian jembatan itu merupakan bagian dari janji kerja yang telah ia sampaikan sejak awal menjabat. Ia mengakui, pada awal masa kepemimpinan, pemerintah daerah menghadapi tantangan berupa efisiensi anggaran dengan penarikan dana ke pemerintah pusat mencapai kurang lebih Rp97 miliar.


Meski demikian, kata dia, kondisi tersebut tidak menghambat penyelesaian proyek yang dinilai vital bagi masyarakat.


“Keberadaan jembatan diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, memangkas jarak dan waktu tempuh, serta memperlancar distribusi hasil produksi di Kecamatan Suli Barat,” ujar Patahudding.


Menurut dia, infrastruktur jembatan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Akses yang lebih baik diyakini akan mempermudah mobilitas warga, mempercepat arus barang dan jasa, serta membuka peluang usaha baru di wilayah yang sebelumnya terkendala akses transportasi.


Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini membutuhkan peningkatan konektivitas.


Bupati juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun. Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan dijaga bersama agar usia pakainya panjang serta terus memberi manfaat.


“Pembangunan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat. Karena itu, mari kita jaga bersama,” katanya.


Pada kesempatan yang sama, Patahudding memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan pada 2026. Di antaranya pembangunan Bendungan Mamaran dan Salubua yang diharapkan dapat menunjang kebutuhan irigasi pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah.


Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan revitalisasi fasilitas pendidikan tingkat PAUD, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar proses belajar mengajar berjalan lebih optimal.


Di sektor pertanian, Pemkab Luwu akan menyalurkan bantuan delapan juta bibit kakao dari Kementerian Pertanian untuk lahan seluas 8.000 hektare. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat posisi Luwu sebagai salah satu daerah penghasil kakao, sekaligus meningkatkan pendapatan petani.


Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyiapkan program pemberangkatan umrah bagi 50 imam masjid. Kriteria penerima akan ditentukan berdasarkan jumlah jamaah shalat subuh terbanyak di masjid masing-masing sebagai bentuk apresiasi terhadap peran imam dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.


Selain meresmikan Jembatan Salubua–Kaili, Patahudding juga meresmikan dua jembatan lainnya, yakni jembatan di Desa Muhajirin, Kecamatan Suli Barat, serta jembatan di Desa Posi, Kecamatan Bua. Kedua jembatan tersebut dibangun menggunakan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana tahun anggaran 2024 dengan pelaksanaan pada 2025.


Dengan peresmian tiga jembatan tersebut, pemerintah daerah berharap konektivitas antarwilayah di Kabupaten Luwu semakin baik dan mampu mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.


Turut hadir Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Luwu, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muh. Rudi, sejumlah kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu, Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding, Ketua Bidang I TP-PKK Kabupaten Luwu, Nilasari Dhevy Bijak, Pj. Ketua DWP Kabupaten Luwu, Camat Suli Barat, para kepala desa, serta tokoh masyarakat.

Previous Post Next Post