PALOPO – Bank Indonesia (BI) membuka layanan penukaran uang rupiah tahap pertama di Sulawesi Selatan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Di Kota Palopo, layanan tersebut dipusatkan di Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang (KC) Palopo, Rabu (25/2/2026).
Sejak pagi, warga yang telah
mendaftar secara daring tampak mengantre tertib di area teller untuk menukarkan
uang pecahan besar menjadi pecahan kecil. Penukaran uang baru ini umumnya
diperuntukkan bagi kebutuhan berbagi tunjangan hari raya (THR), sedekah, hingga
dibagikan kepada keluarga saat Lebaran.
Program penukaran ini
merupakan bagian dari Program SERAMBI yang diinisiasi BI sebagai regulator
sistem keuangan. Masyarakat diwajibkan mendaftar terlebih dahulu melalui laman
resmi PINTAR BI sebelum datang sesuai jadwal yang ditentukan.
Pemimpin BNI KC Palopo,
Sudirman NS, mengatakan pelaksanaan penukaran berjalan sesuai ketentuan yang
ditetapkan BI.
“Program hari ini merupakan
mandat dari Bank Indonesia melalui SERAMBI. Masyarakat yang sudah mendaftar
mulai pukul 09.00 WITA hingga siang telah menukarkan uangnya. Alhamdulillah,
antusiasme warga sangat tinggi untuk mendapatkan uang baru dari bank, mungkin
untuk sedekah kepada kaum dhuafa yang membutuhkan,” kata Sudirman saat
dikonfirmasi di kantor BNI KC Palopo, Rabu.
Sudirman menjelaskan, kuota
penukaran di BNI KC Palopo sebanyak 100 sesuai nomor induk kependudukan (NIK) atau
100 orang. Setiap orang memperoleh paket penukaran senilai Rp 5.300.000 dengan
rincian pecahan Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp
1.000.
“Dengan kuota
tersebut, total dana yang disiapkan mencapai Rp 530 juta. Pecahan kecil menjadi yang paling
diminati masyarakat karena lazim digunakan untuk berbagi saat Hari Raya,”
ucapnya.
Sudirman menambahkan,
informasi pendaftaran telah diumumkan sekitar sepekan sebelumnya agar
masyarakat memiliki waktu mengakses dan mengisi tautan pendaftaran.
“Yang paling penting
masyarakat datang sesuai jadwal. Kami memang berharap jangan sampai terlambat,
kalau bisa sudah hadir lima sampai sepuluh menit sebelum waktu yang
ditentukan,” ujarnya.
Sudirman menegaskan, program
ini bukan sekadar distribusi uang layak edar.
“Ini juga bagian dari
upaya menjaga kualitas dan kedaulatan rupiah di tengah meningkatnya kebutuhan
transaksi tunai saat hari besar keagamaan,” tuturnya.
Selain Program SERAMBI, BNI
bersama sejumlah bank lain yang ditunjuk BI juga akan kembali membuka layanan
penukaran melalui Program LONTARA pada 5 Maret 2026 mendatang di area belakang Kantor Wali Kota
Palopo. Kuota yang disediakan juga sebanyak 100 orang dengan nominal penukaran
yang sama.
“Dalam
pelaksanaannya, proses penukaran tidak dilakukan secara manual. Masyarakat
tetap diwajibkan mendaftar secara daring agar dapat dilayani sesuai jadwal dan
kuota yang tersedia,” jelas Sudirman.
Sudirman menambahkan,
inisiatif BI tersebut juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat agar
semakin terbiasa bertransaksi secara non-tunai atau cashless.
“Dengan demikian,
penggunaan uang digital dapat meningkat dan efisiensi biaya produksi uang oleh
negara bisa ditekan,” terangnya.
Sementara itu, salah seorang
warga Palopo, Irawati
(35), mengaku belum beruntung mendapatkan kuota pada Program SERAMBI tahap
pertama.
“Saya tidak kebagian untuk
tukar uang kecil di program SERAMBI. Tapi saya pasti daftar untuk penukaran
uang program LONTARA nanti,” harap Irawati.
Irawati menuturkan,
setiap tahun selalu menukarkan uang pecahan kecil untuk dibagikan kepada
ponakan dan anak-anak yang datang bersilaturahmi ke rumah saat Lebaran.
“Sudah jadi kebiasaan. Saya
selalu tukar uang untuk dibagikan ke ponakan-ponakan dan anak-anak yang datang
ke rumah saat Lebaran,” imbuhnya.
Meningkatnya kebutuhan uang
tunai menjelang Idul Fitri menjadi fenomena rutin setiap tahun. Melalui program
terjadwal dan berbasis pendaftaran daring, BI dan perbankan berharap distribusi
uang layak edar dapat berjalan tertib, tepat sasaran, serta tetap mendukung
stabilitas sistem pembayaran di daerah.
