LUWU – Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 dipusatkan di Posyandu Matahari 2, Desa Pabbaresseng, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan integrasi pelayanan dasar masyarakat, khususnya di sektor kesehatan.
Camat Bua, Jaka Shadly, mengatakan peringatan Hari Posyandu Nasional dilaksanakan secara serentak dengan satu titik pusat kegiatan di Desa Pabbaresseng.
“Tema yang diusung adalah peningkatan pelayanan untuk mendukung pencapaian standar pelayanan minimal, khususnya di bidang kesehatan, yang berdampak pada kualitas hidup masyarakat,” ujar Jaka.
Ia menjelaskan, sejumlah layanan diberikan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemeriksaan balita, remaja, hingga lansia. Posyandu sebagai bagian dari layanan kesehatan primer dinilai memiliki peran penting dalam deteksi dini dan pencegahan penyakit di masyarakat.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bua, Muhammad Ali Aksan, mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai lintas sektor, termasuk pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan unsur terkait lainnya.
“Di Kecamatan Bua terdapat 34 Posyandu, dan untuk peringatan tahun ini dipusatkan di Posyandu Matahari 2 sebagai titik kumpul,” kata Ali.
Ia merinci, layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan balita seperti pengukuran tinggi dan panjang badan, imunisasi, serta penyuluhan terkait pemberian ASI. Selain itu, terdapat edukasi bagi remaja mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan dan pentingnya menjaga perilaku sosial.
“Untuk ibu hamil dilakukan pemeriksaan kehamilan, sementara lansia mendapatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kesehatan umum lainnya,” jelasnya.
Seluruh layanan didukung tenaga medis dari Puskesmas Bua, mulai dari dokter, perawat, bidan, tenaga promosi kesehatan, hingga ahli gizi.
Ali menambahkan, secara umum kondisi kesehatan masyarakat di Kecamatan Bua tergolong baik. Namun, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan guna mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Kepala Desa Pabbaresseng, Bugedang, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung kegiatan tersebut.
“Semua unsur yang terkait dengan kesehatan, mulai dari pemerintah kecamatan, puskesmas, hingga aparat seperti Babinsa, bersatu padu dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menilai antusiasme masyarakat cukup tinggi karena Posyandu tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga edukasi bagi seluruh kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia.
Menurut Bugedang, program layanan kesehatan gratis yang digulirkan pemerintah juga sangat membantu masyarakat, terutama bagi kelompok miskin ekstrem.
“Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Harapannya ke depan, seluruh warga Desa Pabbaresseng bisa mendapatkan akses layanan kesehatan secara merata,” katanya.
Ia juga berharap kualitas hidup masyarakat desa terus meningkat, seiring dengan penguatan jaminan layanan kesehatan, termasuk melalui program BPJS Kesehatan dan berbagai kebijakan pemerintah di sektor kesehatan.
