PALOPO – Kebakaran besar melanda kawasan Pasar Andi Tadda, Jalan Andi Tadda, Kelurahan Ponjalae, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Selasa (27/1/2026) dini hari. Api yang berkobar hebat sejak menjelang subuh itu menghanguskan puluhan kios dan bangunan kos, serta menyebabkan kerugian material dalam jumlah besar.
Peristiwa kebakaran tersebut
pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Nur Halisa pada pukul 02.51 Wita. Dalam
laporannya, Nur Halisa menyebutkan bahwa api telah membesar di area pasar dan
mengancam bangunan di sekitarnya. Kondisi tersebut membuat warga sekitar panik
dan berupaya menyelamatkan diri serta barang-barang yang masih bisa diamankan.
Menindaklanjuti laporan
tersebut, Dinas Pemadam
Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo langsung mengerahkan
armada menuju lokasi kejadian. Unit pemadam kebakaran bergerak cepat untuk
memadamkan api yang dengan cepat menjalar di kawasan padat bangunan tersebut.
Kepala Bidang Pemadaman dan
Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palopo, Tandi Wajang,
menyatakan bahwa lokasi kebakaran berada di area pasar yang didominasi bangunan
semi permanen serta dipenuhi material mudah terbakar. Kondisi itu membuat api
dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan pada awal kejadian.
“Api menyebar cukup cepat
karena banyak kios berisi bahan mudah terbakar seperti beras, pakaian, gas
elpiji, dan barang dagangan lainnya,” kata Tandi saat dikonfirmasi, Selasa.
Tandi menjelaskan, dalam
peristiwa tersebut puluhan kios hangus terbakar, termasuk bangunan rumah kos
dan sejumlah tempat usaha di sekitar pasar. Api juga merembet ke beberapa
bangunan lain sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas.
“Ada 20 kios pasar dan 8 bangunan kos
yang hangus terbakar. Selain itu, kebakaran juga mengakibatkan rusaknya
berbagai tempat usaha, seperti toko pakaian, toko buah, toko campuran, toko
beras, hingga sebuah pabrik kelapa,” ucapnya.
Lebih lanjut, Tandi
menyebutkan bahwa kerugian material akibat kebakaran tersebut terbilang sangat
besar. Sejumlah bahan pangan dan peralatan usaha tidak dapat diselamatkan
karena besarnya kobaran api dan kondisi bangunan yang runtuh.
“Data sementara tercatat
kebakaran ini menghanguskan sekitar 20
ton beras, 350
rak telur, 31
tabung gas elpiji, serta 28
unit kompor gas. Sejumlah barang dagangan lainnya juga tidak
dapat diselamatkan akibat besarnya kobaran api,” ujarnya.
Untuk menangani kebakaran
tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo mengerahkan enam unit armada
pemadam. Puluhan personel juga diterjunkan dari Regu 2 Wilayah, serta sektor Timur dan Utara, guna
mempercepat proses pemadaman dan pendinginan.
“Sebanyak enam unit armada
kami turunkan dan puluhan personel dikerahkan untuk memastikan api benar-benar
padam,” tambah Tandi.
Petugas membutuhkan waktu
berjam-jam untuk mengendalikan api hingga benar-benar padam. Setelah dilakukan
proses pendinginan dan pemeriksaan di lokasi, petugas memastikan tidak ada lagi
titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Hasil akhir, api berhasil
dipadamkan sepenuhnya dan situasi dinyatakan aman,” tutur Tandi.
Hingga berita ini diturunkan,
penyebab kebakaran masih
dalam penyelidikan. Aparat terkait masih melakukan pendataan
lanjutan serta berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mengetahui sumber api
dan memastikan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
