Mudahkan Distribusi Hasil Pertanian, Bupati Luwu Utara Resmikan Jembatan Walu-walu di Desa Bakka
INSPIRASI TIMUR INDONESIA


LUWU UTARA
—  Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, meresmikan jembatan Walu-walu di Desa Bakka, Kecamatan Sabbang, pada Senin (3/1/2022) kemarin.

Jembatan sepanjang 11 meter tersebut yang dinanti-nantikan masyarakat kini sudah dapat difungsikan dan dimanfaatkan. Hal itu setelah Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, meresmikan jembatan tersebut yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

“Saya ingat persis jembatan ini diusulkan oleh orang tua kita pada satu kunjungan dan langsung kita anggarkan pada 2020. Hanya saja mohon maaf bapak/ibu karena pandemi dan mengalami refocusing, maka pembangunan jembatan ini dianggarkan pada 2021 karena komitmen pemda untuk mempermudah akses masyarakat. Senang sekali rasanya karena jembatan ini segera difungsikan dan dimaanfatkan,” kata Indah mengawali sambutannya.

Keberadaan pembangunan jembatan yang dikerjakan oleh CV Suci Ramadhani, dengan nilai kontrak Rp495.800.000 itu, selain menjadi arus lalulintas, juga diharap dapat mempermudah akses pengangkutan hasil pertanian.


“Dari sawah atau dari kebun menuju tempat pemasaran, kalau tadinya biaya pengangkutannya mahal, tapi karena kondisi saat ini bisa jadi lebih murah. Tadinya lambat, bisa menjadi lebih cepat. Oleh karena itu saya titip, walaupun ini aset pemerintah kabupaten, tapi masyarakat juga bisa berpartisipasi untuk memeliharanya. Cara paling sederhana adalah tidak membiarkan sampah berserakan di sekitar area jembatan,” pinta bupati perempuan pertama di Sulsel ini.

Kepada Kepala Desa Bakka, Indah menginstruksikan agar tetap memelihara Badan Kerjasama Antardesa yang telah dibentuk.

“Saya ingat betul bagaimana sungai Walu-walu dulu pernah dinormalisasi, dan 7 desa bergabung di dalam Badan Kerjasama Antardesa mulai dari Desa Mari-mari sampai Bakka. Dan alhamdulillah sampai saat ini tidak ada keluhan berarti terkait kondisi sungai dibandingkan sebelumnya. Saya berharap badan kerjasama antardesa jangan dibubarkan tapi tetap dipelihara karena banyak hal yang bisa dilakukan melalui badan kerjasama antardesa tersebut," pesan Bupati Luwu Utara dua periode ini.

"Banyak orang berpikir bahwa pembangunan itu tanggung jawab pemerintah, padahal juga menjadi tanggung jawab semua pihak. Jadi pembangunan bisa dilakukan oleh masyarakat paling tidak dalam bentuk gotong-royong,” sambungnya.


Sementara itu M. Umar selaku Tokoh Masyarakat mewakili seluruh masyarakat Desa Bakka menyampaikan ucapan terima kasih khususnya kepada Bupati Luwu Utara.

“Kalau dulu kami harus mendorong motor demi melalui jembatan ini, alhamdulillah hari ini bisa kami rasakan manfaat pembangunannya. Seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih khususnya kepada ibu bupati. Kami semua sangat bersyukur,” tutur Umar. 

Turut hadir mendampingi Bupati yakni Plt. Kadis PUTRKP2 Rusydi Rasyid, Kepala Bappelitbangda Alauddin Sukri dan Camat Sabbang, Sitti Kidar. (Rn/ben)


Previous Post Next Post