Dikeroyok Hingga Rumah Dirusak, Korban Kecewa Usai Mengadu ke Polisi, Laporannya Belum Ditindaki
INSPIRASI TIMUR INDONESIA


PALOPO
- Seorang warga Jalan Patang ll, Kelurahan Tamarundung, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Leonart Parante, (51) menjadi korban pengeroyokan disertai penganiayaan.

Akibat peristiwa yang menimpanya tersebut, Leonart akhirnya melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Palopo, pada hari Selasa (4/01/2022) sekira pukul 14:00 WITA. Saat itu laporannya diterima oleh Kepala SPKT Polres Palopo, AIPTU Basiruddin.

Leonart mengatakan, laporan tersebut sudah disertai hasil visum dari RS Bintang Laut. Namun dia mengaku kecewa usai melapor ke Mapolres Palopo, atas kasus penganiayaan yang dialaminya, lantaran kasus yang dia laporkan hingga hari ini belum ditindaklanjuti polisi. 

Dia menambahkan sudah mendatangi Polres Palopo untuk mencari tahu perkembangan laporannya. Tapi lagi-lagi, Leonart harus pulang kecewa. Laporannya belum ditindaklanjuti.

"Saya sudah dua kali menghadap ke Polres Palopo setelah melaporkan kejadian ini, sampai saya tawarkan untuk segera menghadirkan saksi, tapi polisinya bilang nanti hari Senin," kata Leonart Parante, Jumat (7/1/2022).

Akibat peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan itu, Leonart mengalami luka memar pada lengan, rumahnya juga dirusak. Pelaku yang menyerang dan menganiayanya sekitar 6 orang, salah satunya adalah merupakan seorang oknum ASN Pemkab Luwu.

"Rumah saya juga dirusak akibat dilempari. Pelakunya sekitar 6 orang, salah satunya pegawai Pemkab Luwu," ungkap Leonart.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Kepolisian Polres Palopo, AKBP Muhammad Yusuf belum merespon saat dikonfirmasi soal laporan warga yang diabaikan polisi.

Previous Post Next Post