Warga Terdampak Longsor Diungsikan, Yohanis Bassang Tinjau Lokasi dan Beri Bantuan
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

 

TORAJA UTARA –  Pasca longsor yang menelan korban jiwa di Dusun Buntu Karua, Lembang Karua, Kecamatan Balusu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, pada Rabu (01/12/2021) sore  yang juga menimpa sejumlah rumah  membuat puluhan kepala keluarga mengungsi.

Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang meninjau lokasi tanah longsor dan menyerahkan bantuan kepada para korban longsor serta mengerahkan alat berat untuk pembersihan material longsor.

Baca : Korban Longsor di Toraja Utara Disemayamkan, 5 Unit Rumah Tertimpa Longsor Belum Dibenahi

"Saya atas nama pemerintah turut berduka atas bencana tanah longsor yang terjadi. Saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca buruk masih terjadi, jika melihat tanda-tanda bencana alam segera melapor, dan mengungsi sementara ke rumah keluarga," kata Yohanis, Kamis (02/12/2021).

Kepala BPBD Toraja Utara, Alexander Tappang  mengatakan warga yang rumahnya rusak akibat tertimbun longsor, beberapa diantaranya diungsikan ke gedung sekolah SMP Satap Balusu dan ke rumah–rumah warga yang posisinya aman dari terjangan bencana longsor susulan, hal tersebut dilakukan melihat kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil, ditambah cuaca yang mendung dan masih berpotensi diguyur hujan lebat sehingga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pemerintah lembang dan BPBD Toraja Utara mengungsikan warga ke tempat yang aman.

“Rumah warga yang terdampak longsor ada beberapa yang kami imbau untuk mengungsi, ada 3 KK yang sudah mengungsi di sekitar pasar Bolu, sejak Rabu (01/12/2021) malam, dan untuk data kerusakan yakni rumah 2 unit rusak parah tertimbun longsor dan 3 unit rusak ringan,” ucap Alexander. 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam rilisnya menyebutkan bahwa bencana tanah longsor di Lembang Karua, Kecamatan Balusu, Toraja Utara terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kabupaten Toraja Utara serta kondisi tanah labil. Akhirnya gerakan tanah tidak dapat dihindari sehingga menimpa 2 unit rumah hingga terbawa material longsor.

“Sebanyak 20 KK di desa tersebut terdampak longsor. BPBD juga mengidentifikasi 2 unit rumah warga mengalami rusak berat,” ujar Muhari dalam rilisnya, Rabu (01/12/2021).

Lanjut Muhari, berdasarkan kajian inaRISK, Kabupaten Toraja Utara termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor kategori sedang hingga tinggi.

“Sebanyak 21 kecamatan berada pada potensi tersebut, termasuk wilayah Balusu yang saat ini salah satu desanya terdampak tanah longsor,” tutur Muhari.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga menginformasikan wilayah potensi gerakah tanah di Provinsi Sulawesi Selatan pada Desember 2021.

Wilayah Kabupaten Toraja Utara teridentifikasi pada kategori menengah hingga tinggi. Ada dua kecamatan yang juga berpotensi banjir bandang yaitu di Baruppu dan Buntu Pepasan.

“Menghadapi musim hujan dan pengaruh fenomena La Nina, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi dampak bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. BPBD diharapkan untuk selalu berkoordinasi dan memonitor kondisi cuaca serta meningkatkan komunikasi dengan pihak kecamatan maupun desa untuk kesiapsiagaan bersama,” imbuh Muhari.

Previous Post Next Post