Kapten Miswar Sempat Minta Restu Istri Sebelum Berlayar ke Selat Hormuz

LUWU – Kapten kapal tugboat, Miswar Maturusi, pelaut asal Kelurahan Pattedong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, sempat meminta restu kepada istrinya sebelum berangkat menjalankan tugas pelayaran menuju perairan sekitar Selat Hormuz.



Permintaan restu itu menjadi percakapan terakhir antara Miswar dan istrinya, Marliani Ahmad (47), sebelum kapal yang dinakhodainya dilaporkan mengalami insiden di kawasan tersebut.


“Bapak sempat sampaikan mau berangkat menjemput kapal yang rusak. Saya hanya bilang hati-hati dan semoga sehat-sehat,” kata Marliani dengan suara lirih saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Senin (9/3/2026).


Menurut Marliani, suaminya berangkat menjalankan tugas pada Kamis (5/3/2026). Saat itu, Miswar menyampaikan bahwa perjalanan menuju kapal yang akan dievakuasi diperkirakan memakan waktu sekitar satu hari.


Miswar diketahui bekerja sebagai kapten kapal tugboat di perusahaan pelayaran Abu Dhabi Ports dan telah bekerja selama kurang lebih 10 tahun.


Selama bertugas, Miswar biasanya memandu kapal-kapal besar yang hendak masuk ke pelabuhan di kawasan Abu Dhabi atau menjalankan operasi suplai di wilayah perairan sekitar.


“Biasanya bapak kerja di kapal tugboat, mengarahkan kapal yang mau masuk pelabuhan. Kadang juga kapal suplai. Beberapa kali juga berlayar ke Oman,” ujar Marliani.


Kabar mengenai insiden yang menimpa kapal tersebut pertama kali diterima keluarga dari rekan kerja Miswar di perusahaan. Informasi itu disampaikan melalui sambungan telepon kepada anak mereka.


“Anak saya ditelepon teman perusahaan bapaknya. Katanya kapal ayahnya kena rudal,” kata Marliani.


Namun hingga kini keluarga belum menerima bukti visual berupa foto atau video terkait kejadian tersebut.


“Belum pernah ada gambar atau video yang kami terima,” ujarnya.


Pihak keluarga juga telah menerima komunikasi dari perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri. Marliani mengatakan, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia telah menghubungi keluarga untuk meminta alamat lengkap rumah Kapten Miswar.


“Sudah ada informasi dari pemerintah dan perusahaan sejak hari Sabtu. Dari KBRI di Oman dan juga perwakilan perusahaan,” katanya.


Di tengah situasi tersebut, para alumni Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar tempat Miswar menempuh pendidikan turut bergerak membantu keluarga mencari informasi.


Miswar diketahui merupakan alumni angkatan ke-15 kampus pelayaran tersebut.


“Rencana malam ini kami juga akan melakukan pertemuan Zoom dengan alumni korps PIP. Mereka akan membantu berkomunikasi dengan pihak perusahaan,” ujar Marliani.


Dalam kondisi penuh ketidakpastian, Marliani mengaku hanya bisa berharap suaminya tetap selamat.


“Doa dan harapan kami semoga bapak bisa bertahan dalam keadaan apa pun dan kembali dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apa pun,” katanya.


Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan doa yang terus mengalir dari keluarga, tetangga, dan kerabat.


“Terima kasih atas doa-doa dari keluarga, tetangga, dan teman-teman, baik lewat media sosial maupun yang datang langsung ke rumah,” ujarnya.


Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang, menyampaikan insiden tersebut terjadi pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 02.00 waktu setempat di perairan Selat Hormuz, antara wilayah Uni Emirat Arab dan Oman.


Informasi awal diterima melalui KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat terkait insiden yang menimpa kapal tugboat Mussafah II berbendera Uni Emirat Arab.


Kapal tersebut diketahui memiliki tujuh awak kapal, termasuk empat warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK), serta membawa enam teknisi, di antaranya satu WNI.


Saat kejadian, kapal Mussafah II sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safin Prestis yang mengalami kerusakan.


“Berdasarkan saksi mata, Mussafah II mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar. Pada saat kejadian, empat WNI ABK berada di kapal Mussafah II dan satu WNI teknisi sedang berada di kapal kontainer Safin Prestis,” ujar Yvonne.

Previous Post Next Post