Pelajar di Daerah Terpencil Rampi Luwu Utara Naik Ojek Demi Dapatkan Vaksinasi Covid-19 di Mako Brimob
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

 

LUWU UTARA – Demi merasakan kehidupan sehat, Yakson Nata (13) siswa kelas 1  Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Dusun Pomotoa, Desa Sulaku,Kecamatan Rampi, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, rela menempuh perjalanan jauh untuk menjalani vaksin covid-19 yang digelar Brimob Batalyon D Pelopor.

Perjuangannya untuk mendapatkan vaksin covid-19, dilakukan bersama orang tuanya. Ia berangkat dari Kecamatan Rampi menuju Kecamatan Masamba Ibu kota Luwu Utara dan lanjut ke Kecamatan Baebunta lokasi pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Markas Brimob.

Dalam perjalanannya Yakson menggunakan kendaraan ojek yang ditempuh dengan jarak 88 kilometer  melewati gunung, lembah dengan kondisi jalan setapak dan jalan tanah yang kerap becek atau berlumpur disaat hujan dan berdebu disaat kering.

“Perjalanan cukup jauh dengan melewati medan yang ekstrem, kami berangkat dari pagi dan tiba sore hari di Masamba sekitar pukul 16.00 Wita dan kami lanjut ke Markas Brimob Baebunta Batalyon D Pelopor untuk mengikuti vaksinasi,” kata Yakson, saat dikonfirmasi, Rabu (29/12/2021).

Menurut Yakson, ia sengaja mendatangi lokasi vaksinasi di Markas Brimob untuk mendapatkan suntikan vaksin agar ia terlindungi dari virus korona atau covid-19, selain itu juga ingin melihat langsung seperti apa markas Brimob.

“Saya kesini bertujuan untuk divaksin agar sehat dan terlindungi dari virus covid-19 dan saya berkesempatan untuk melihat-lihat suasana di Markas Brimob, soalnya selama ini saya hanya melihat Brimob ketika mereka bertugas di kampung saya, itupun jarang, selain itu saya juga bisa nikmati liburan,” ucap Yakson.

Sebelum disuntik vaksin, Yakson menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dan dinyatakan sehat.

“Saya sepertinya tidak merasakan sakit atau apa yah saat disuntik vaksin, rasanya biasa saja,” ujar Yakson.

Komandan Batalyon (Danyon) D Pelopor, Kompol Muhammad Agus, saat mengetahui ada peserta vaksin termuda dengan jarak tempuh yang cukup jauh, langsung mendampingi Yakson mulai dari pendaftaran hingga vaksinasi.

“Saya salut kepada Yakson bersama kakak dan orang tuanya, jauh-jauh datang dari Kecamatan Rampi, kecamatan terjauh di Luwu Utara, demi sehat dan terbebas dari virus covid-19, ia menempuh jarak yang sangat jauh untuk mendapatkan vaksinasi menggunakan kendaraan ojek, keberanian Yakson ini patut menjadi contoh dan kami apresiasi dengan memberikan doorprize,” tutur Agus.

Agus mengatakan, kehadiran Yakson dalam kegiatan vaksinasi di Markas Brimob Batalyon D Pelopor menjadi motivasi bagi warga lain bahwa anak usia 13 tahun bisa taat terhadap program pemerintah khususnya vaksinasi covid-19.

“Ia menjadi motivasi bagi warga lainnya bahwa dengan program vaksinasi covid-19 yang diberikan oleh pemerintah sangat perlu dilakukan, terutama saat ini dalam upaya kebut vaksin guna mencapai target,” terang Agus.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Luwu Utara, Hasbullah mengatakan cakupan vaksinasi COVID-19 untuk pelajar SMP atau yang berusia antara 11 – 14 tahun kini sudah mencapai 92 persen.

Dari 1.608 sasaran, ada 1.485 yang sudah divaksin atau 92 persen pelajar usia SMP yang telah mendapatkan vaksinasi.

“Jadi, tersisa 125 orang belum divaksin, kebanyakan pelajar yang belum divaksin adalah pelajar dari Kecamatan Seko. Capaian vaksinasi khusus pelajar SMP sudah 92 persen, Luwu Utara masuk 5 besar tingkat provinsi Sulawesi Selatan,” Jelas Hasbullah. 

Sekilas Kecamatan Rampi

Kecamatan Rampi merupakan 1 dari 3 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara yang masuk kategori terpencil, dan hanya dapat dijangkau melalui jalur udara.

Bandar Udara (Bandara) Rampi yang dibangun oleh pemerintah dan hanya dapat dijangkau oleh pesawat kecil menjadi satu satu prasarana transportasi yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Jarak Kecamatan Rampi ke Masamba ibu kota Kabupaten Luwu Utara adalah 88 kilometer melalui jalur darat dan hanya dapat dijangkau dengan sepeda motor atau roda dua karena kondisi badan jalan yang sangat terbatas, sempit, buruk, dan mendaki ekstrim.

Kondisi tersebut diperparah dengan jalur yang dilalui berupa pegunungan dengan kondisi tanah berbatu dan berpasir dan sangat rawan longsor menyebabkan sulitnya mempertahankan badan jalan yang telah dibentuk, ditambah lagi dengan tingginya curah hujan yang ada di kawasan Luwu Utara menyebabkan seringnya turun hujan di area pegunungan yang dilalui oleh jalan ruas Pincara - Onondoa (Jalur Rampi).

Setiap kali terjadi hujan deras, tanah berpasir yang telah dibentuk (cutting) dengan menggunakan alat berat excavator sangat rawan longsor, dan jika terjadi longsor badan jalan yang telah dibentuk tersebut habis dan tertimbun.

Previous Post Next Post