PALOPO - Menjelang pelaksanaan Kongres Wilayah (Konferwil) ke-II Komando Wilayah (Komwil) Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya, panitia resmi meluncurkan logo kegiatan tersebut. Kongres dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Maret 2026 di Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Peluncuran logo ini menjadi penanda dimulainya rangkaian konsolidasi kader GAM dengan mengusung tema “Menata Barisan Merah Hitam, Menajamkan Perlawanan”.
Ketua Panitia, Fhadel Muhammad S, mengatakan kader GAM dari berbagai daerah di Luwu Raya hingga luar wilayah akan berkumpul dalam forum tersebut. Menurut dia, kongres merupakan forum tertinggi organisasi untuk menjalankan amanat “Kitab Hitam GAM”, merumuskan langkah strategis perjuangan, serta menentukan arah kepemimpinan ke depan.
“Kader GAM dari berbagai daerah di Sulsel akan berkumpul di Toraja Utara untuk menentukan arah kepemimpinan GAM selanjutnya. Toraja Utara dipilih karena memiliki nilai historis sebagai tanah yang sarat jejak perjuangan dalam menegakkan martabat dan kedaulatan rakyat. Semoga ini menjadi energi moral bagi seluruh kader untuk tetap konsisten melawan segala bentuk ketimpangan dan penindasan,” ujar Fhadel.
Ia menambahkan, pemilihan Toraja Utara juga diharapkan memberi semangat simbolik bagi kader dalam memperkuat barisan organisasi.
Dalam kesempatan yang sama, Fhadel menjelaskan bahwa desain logo Kongres Wilayah II mengangkat sejumlah simbol kultural sebagai representasi identitas dan semangat perjuangan.
Struktur utama logo terinspirasi dari bentuk rumah adat Tongkonan, rumah adat Toraja yang secara filosofis melambangkan pusat kekerabatan, persatuan, dan pembinaan generasi. Dalam konteks gerakan mahasiswa, Tongkonan dimaknai sebagai “rumah perjuangan” yang menaungi seluruh kader GAM dalam satu barisan ideologis.
Warna merah dan hitam yang mendominasi logo disebut merepresentasikan semangat, keberanian, serta keteguhan dalam perjuangan. Merah melambangkan energi dan kehidupan, sementara hitam mencerminkan konsistensi dan kekuatan.
Di bagian tengah terdapat simbol bintang yang dimaknai sebagai representasi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa serta cita-cita luhur organisasi dalam mengabdi kepada rakyat dan bangsa.
Sementara itu, ornamen lingkaran matahari atau motif Pa’barre Allo yang ditempatkan di bagian bawah melambangkan kesatuan dan sumber kehidupan. Simbol tersebut juga dimaknai sebagai peran mahasiswa sebagai cahaya intelektual di tengah dinamika sosial.
Tulisan “KONGRES WILAYAH II” menggunakan huruf kapital dengan gradasi warna oranye dan merah untuk memberikan kesan tegas dan progresif. Adapun garis ornamen budaya di bagian bawah teks menunjukkan bahwa gerakan aktivis mahasiswa tetap berakar pada nilai-nilai tradisi dan sejarah lokal.
Panitia menilai, perpaduan simbol tradisional dan sentuhan desain modern dalam logo tersebut mencerminkan visi Komwil GAM Luwu Raya untuk menjadi motor penggerak perubahan sosial yang progresif tanpa meninggalkan identitas budaya.
Dengan peluncuran logo ini, Komwil GAM Luwu Raya menegaskan komitmennya menjadikan Kongres Wilayah II sebagai momentum konsolidasi ideologis dan organisatoris dalam memperkuat barisan perjuangan mahasiswa di Sulawesi Selatan.
