LUWU - Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag menerima kunjungan jajaran Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan di ruang kerjanya, Selasa (3/3/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sektor unggulan daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan itu, Patahudding didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Penjabat Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Koperasi, IKM dan Perindustrian, serta Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang). Kehadiran OPD terkait dimaksudkan untuk menyinergikan program strategis daerah dengan dukungan kebijakan dan pendampingan dari BI.
Kunjungan BI ke Luwu merupakan bagian dari agenda lapangan untuk meninjau langsung potensi dan perkembangan pelaku usaha di daerah. Tim BI melakukan kunjungan ke Pokdatan Pengkasalu Tambak Pengkasalu di Desa Wara, Kecamatan Kamanre; Gapoktan Padidi di Desa Cilallang Selatan, Kecamatan Kamanre; serta UMKM Banoaqu di Desa Buntu Kunyi, Kecamatan Suli.
Bupati Patahudding menyampaikan harapannya agar dukungan BI terhadap sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan di Kabupaten Luwu dapat semakin optimal. Menurut dia, Luwu memiliki beragam komoditas unggulan yang berdaya saing dan berpotensi menembus pasar yang lebih luas apabila dikelola dengan sistem yang terintegrasi dan didukung pembiayaan serta akses pasar yang memadai.
“Potensi kita besar, baik di sektor pertanian maupun perikanan. Kami berharap ada penguatan dari sisi pembinaan, hilirisasi, hingga akses pembiayaan agar komoditas unggulan Luwu semakin berkembang,” ujar Patahudding.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Wahyu Purnama A, menyatakan pihaknya akan melakukan peninjauan ulang terhadap sejumlah komoditas unggulan di Kabupaten Luwu. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan skema pendampingan dan pengembangan klaster usaha yang tepat sasaran.
Selain Wahyu Purnama A, jajaran BI yang hadir dalam pertemuan tersebut yakni Kepala Tim Implementasi Keuangan Inklusi dan Ekonomi Syariah Dwi Tjahja K Wardhono, Asisten Manajer Tim Keuangan Inklusi Syariah dan Pengembangan Klaster serta Kemandirian Ekonomi Pesantren Muhammad Salim, serta Konsultan Pengembangan Klaster dan Kemandirian Ekonomi Pesantren Anwardin Arjunaid.
Pemerintah Kabupaten Luwu berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BI tidak hanya memperkuat daya saing komoditas lokal, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang berkelanjutan, khususnya bagi kelompok tani, nelayan, dan pelaku UMKM di wilayah tersebut.
