Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

MBG di SMPN 7 Palopo Terhenti Sejak Jelang Ramadhan, Siswa Kembali Rogoh Uang Jajan

| July 22, 2026 WIB | 0 Views

PALOPO, Inspirasitimur.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 7 Kota Palopo, Sulawesi Selatan, terhenti sejak menjelang bulan Ramadhan 2026. Padahal, sebelumnya ratusan siswa di sekolah tersebut sempat menikmati makanan bergizi gratis setiap hari selama kurang lebih satu bulan.

Berhentinya program tersebut membuat sejumlah siswa mengaku kecewa. Mereka kini kembali harus mengeluarkan uang saku untuk membeli makanan di kantin maupun di luar lingkungan sekolah.


SMP Negeri 7 Palopo yang berlokasi di Jalan Andi Pangeran Nomor 6, Kelurahan Luminda, Kecamatan Wara Utara, sebelumnya menjadi salah satu sekolah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.


Salah seorang siswi kelas VIII A, Eva Lestari, mengatakan program tersebut sangat membantu dirinya menghemat pengeluaran harian. Selama MBG berjalan, uang jajan yang biasanya digunakan membeli makanan bisa disimpan sebagai tabungan.


"Sudah sekitar dua sampai tiga bulan kami tidak mendapatkan MBG lagi. Dulu sekolah kami sempat menerima, tetapi hanya sekitar satu bulan," kata Eva kepada Inspirasitimur.com, Rabu (22/7/2026).


Menurut Eva, kehadiran program MBG memberikan manfaat nyata bagi siswa, terutama dalam mengurangi pengeluaran untuk membeli makanan saat berada di sekolah.


"Saat ada MBG saya sangat bersyukur karena bisa menabung uang jajan. Sekarang lebih banyak uang keluar karena dipakai membeli jajanan," ujarnya.


Ia berharap program tersebut segera kembali dilaksanakan.


"Kalau ada MBG kami tidak perlu beli makanan di luar atau di kantin. Sekarang karena tidak ada, jadi pengeluaran untuk jajan lebih banyak," tambahnya.


Kepala SMP Negeri 7 Palopo, Wagiran, membenarkan bahwa sekolahnya pernah menerima Program Makan Bergizi Gratis mulai 2 Februari 2026 hingga menjelang bulan Ramadhan.


Setelah itu, distribusi makanan berhenti dan hingga kini belum kembali berjalan.


"Jadi kami SMP Negeri 7 Palopo pernah menerima MBG sejak tanggal 2 Februari 2026 dan terakhir itu menjelang puasa. Setelah itu langsung berhenti sampai sekarang," ujar Wagiran.


Ia menjelaskan, sebelum program dimulai, pihak sekolah telah diminta mengirimkan data jumlah peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan sejak Januari 2026.


"Semua data sudah kami kirimkan sesuai permintaan," katanya.


Selama program berlangsung, menu makanan yang diterima siswa dinilai cukup baik dan memenuhi standar gizi yang dibutuhkan anak usia sekolah.


"Menu yang dikirim lumayan dan memenuhi standar gizi. Memang selera anak-anak berbeda-beda. Ada yang menghabiskan makanannya, ada juga yang tidak, mungkin karena rasa yang belum sesuai dengan selera mereka," jelasnya.


Meski demikian, Wagiran menilai manfaat program jauh lebih besar dibandingkan kekurangannya. Menurutnya, MBG sangat membantu siswa yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.


"Saya kira program ini sangat membantu. Ada siswa yang kondisi ekonominya lemah sehingga tidak membawa uang jajan ke sekolah. Dengan adanya makanan bergizi, mereka tetap bisa makan saat belajar," tuturnya.


Ia mengatakan, sebagian siswa yang berasal dari keluarga mampu memang masih membeli makanan tambahan di kantin karena merasa porsi yang diterima belum mencukupi. Namun bagi siswa yang kurang mampu, makanan gratis tersebut menjadi kebutuhan yang sangat berarti.


"Yang punya uang kadang masih membeli makanan lagi di kantin karena mungkin merasa masih lapar. Tapi bagi siswa yang ekonominya terbatas, program ini sangat berarti," katanya.


Saat program masih berjalan, SMP Negeri 7 Palopo menerima sekitar 220 porsi makanan setiap hari sesuai jumlah siswa yang terdata.


"Jumlahnya sekitar 220 porsi sesuai data yang kami kirimkan," ungkap Wagiran.


Menurutnya, sejak program dihentikan, banyak siswa yang terus menanyakan kapan MBG akan kembali dilaksanakan.


"Siswa sering bertanya kepada saya. Saya selalu bilang nanti akan ada lagi. Bahkan sebelumnya kami pernah mendapat informasi bahwa hari Senin akan kembali berjalan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya," ujarnya.


Menjelang tahun ajaran baru, pihak sekolah kembali diminta memperbarui data jumlah peserta didik. Hal itu membuat pihak sekolah optimistis program tersebut akan kembali dilanjutkan.


"Kami berharap pemerintah mengaktifkan lagi program ini. Kalau memang dianggap baik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah, tentu kami sangat mendukung karena manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update