Tradisi Kemeriahan Pasca Panen, Petani di Luwu Utara Gelar Lomba Motocross Ojek Gabah
INSPIRASI TIMUR INDONESIA


LUWU UTARA
- Sebuah tradisi pada kalangan petani di Kabupaten Luwu Utara yang hingga kini masih terpelihara, bahkan acap kali menjadi tontonan kemeriahan warga desa usai melakukan panen dan syukuran panen padi. Tradisi kemeriahan tersebut adalah lomba motocross ojek gabah.

Unik dan menarik. Pasalnya, petani tak hanya mahir budidaya tanaman padi, tapi juga piawai mengendarai motor trail yang digunakan balapan di jalanan tanah. Bahkan dengan mengangkut gabah sekali pun, skill mereka tak kalah dengan pebalap motocross profesional.

Tak berlebihan, karena hampir kebanyakan petani, setiap panen tiba, mereka yang mengangkut gabah dengan kendaraan masing-masing, sehingga kemampuan dan skill mereka mengendarai motor besar terasah secara otodidak dan terbentuk dengan sendirinya.

Lomba motocross ojek gabah kembali digelar, Rabu (25/11/2021). Kali ini rumpun petani di Desa Sukamukti Kecamatan Sukamaju Selatan Kabupaten Luwu Utara menggelar lomba ojek gabah. Puluhan petani ikut ambil bagian pada lomba yang berhadiah beberapa perlengkapan motor tersebut.

Kegiatan lomba ojek gabah ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas panen yang melimpah. Meski begitu, lomba ojek gabah kali ini tidak semeriah sebelum pandemi. Penonton dibatasi untuk menghindari kerumunan penonton yang lebih besar.


“Alhamdulillah, lomba ojek gabah tetap kita laksanakan meski secara terbatas,” kata Kepala Desa Sukamukti, Sukirno, saat membuka kegiatan lomba. Sukirno berharap lomba ojek gabah yang digelar tiga hari ini dapat berlangsung dengan tertib, aman dan lancar.

“Hampir semua peserta adalah para petani kita di sini. Bahkan antara orang tua dan anak juga ikut berlomba. Ini sekaligus membuktikan bahwa tradisi lomba ojek gabah juga menjadi ajang silaturahmi antarrumpun petani dan masyarakat desa Sukamukti,” jelasnya.

Untuk diketahui, arena balapan adalah areal persawahan selesai panen. Pebalap harus mengitari arena sebanyak 6 putaran. 3 putaran tanpa beban gabah, dan 3 putaran dengan beban gabah 70 kg. 

Turut hadir dalam acara pembukaan yakni Babinsa, Penyuluh Pertanian wibi desa Sukamukti, Yunihar, para Ketua Kelompok Tani, dan puluhan penonton. (LH)


Previous Post Next Post