Kehadiran Fasilitator Desa Program READSI Diharap Mampu Berdayakan Keluarga Petani di Luwu Utara
INSPIRASI TIMUR INDONESIA


LUWU UTARA
- Fasilitator Desa Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) saat ini tengah mengikuti Pelatihan Penyegaran Peningkatan Kapasitas, berlangsung mulai Kamis 25 November 2021 di Aula Hotel Bukit Indah, Masamba, yang digelar selama empat hari, 25-28 November 2021.

Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka memberdayakan keluarga petani dengan keterampilan guna membangun kepercayaan diri, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga petani. Bupati Indah Putri Indriani membuka kegiatan ini, pada Jumat (26/11/2021) kemarin.

Saat membuka kegiatan, Bupati Luwu Utara dua periode ini berharap banyak kepada seluruh fasilitator desa program READSI untuk dapat melakukan transfer ilmu pengetahuan kepada setiap kelompok yang didampingi.

“Kita juga berharap tidak hanya berdampak pada personal saja, tapi lebih luas berdampak pada Peningkatan kesejahteraan keluarga, dan yang lebih luas lagi, ada peningkatan kesejahteraan komunitas di manapun mereka berada,” tutur Indah.


Tak hanya itu, Indah juga berharap kehadiran fasilitator desa program READSI akan dapat membantu melakukan pendampingan kepada kelompok tani dalam hal penguatan kapasitas kelompok yang sudah dilakukan sejak 2019 yang lalu.

“Yang menjadi tantangan kita adalah keberlanjutannya. Sukses tidaknya kegiatan dilihat dari keberlanjutannya. Jadi, semua potensi harus kita perkuat,” imbuhnya, seraya berharap para peserta mendapatkan banyak pengalaman pada kegiatan ini.

Sementara, Tenaga Ahli Program READSI Provinsi Sulawesi Selatan, Rosmiati, menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti para fasilitator desa tingkat kabupaten, tenaga ahli kabupaten dan admin kabupaten yang semuanya berjumlah 60 orang peserta.

“Tujuan dari pelatihan ini secara umum meningkatkan kemampuan fasilitator desa dalam menguatkan poktan dan KWT. Dimana salah satu tugas fasilitator adalah bekerjasama dengan pemangku  kepentingan di desa sebab fokus di tahun 2022 adalah untuk memperkuat kelompok tani menjadi organisasi usaha,” jelas Rosmiati. (Mr/LH)


Previous Post Next Post