Dukungan Konservasi TWA Danau Matano yang Optimal, Para Pihak Berdiskusi untuk Berkolaborasi

SPACE PANJANG

 




LUWU TIMUR – Taman Wisata Alam (TWA) Danau Matano, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, akan dikembangkan oleh sejumlah pihak guna mendukung danau tersebut.

Dukungan kegiatan untuk pengembangan TWA Danau Matano dilakukan dengan metode kolaborasi atau peran antar pihak.

Bupati Luwu Timur, Budiman mengatakan beberapa kegiatan prioritas yang di rencanakan pemerintah daerah untuk mendukung TWA Danau Matano, diantaranya membentuk tim Geopark Danau Matano.

“Proses ini tentu membutuhkan waktu yang cukup lama dan juga membutuhkan anggaran untuk persiapannya, namun paling tidak sudah terbentuk timnya untuk menuju Geopark Danau Matano,” kata Budiman.

“Pemerintah Daerah Luwu Timur akan menyiapkan Desa Matano sebagai desa wisata budaya sebagaimana hasil kajian Tim Udayana yang akan meningkatkan daya tarik wisata,” tambah Budiman.

Dukungan Konservasi alam TWA Danau Matano digagas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Selatan yang dipimpin Kepala BKSDA Sulsel, Thomas Nifinluri, yang diikuti Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sulawesi, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi, Kepala OPD Lingkup Pemkab Luwu Timur, Mokole Nuha, Andi Baso, Manajemen PT Vale Indonesia, dan Tim PPM PT Vale Indonesia.

Dalam pertemuan antar pihak atau Fokus Group Diskusi (FGD) di Aula Hotel I Lagaligo Malili, Jumat (13/08/2021) kemarin, Bupati Luwu Timur, Budiman membuka kegiatan FGD dengan thema membangun model kolaborasi para pihak untuk konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Danau Matano, budiman berharap hasilnya dapat ditindaklanjuti bersama.

 "Saya harapkan hasil diskusi FGD model kolaborasi para pihak untuk konservasi TWA Danau Matano ini bisa ditindaklanjuti secara bersama-sama melalui rencana aksi," ujar Budiman.

Menurut Budiman, Penyelamatan Danau Prioritas Nasional ini merupakan upaya pemerintah untuk mengendalikan kerusakan, menjaga, memulihkan, dan mengembalikan kondisi dan fungsi badan air danau, daerah tangkapan air, dan sempadan danau sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

"Hal ini berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2021 tentang penyelamatan danau prioritas nasional telah menempatkan Danau Matano masuk sebagai salah satu dari 15 danau prioritas Nasional," ungkap Budiman.

Oleh karena itu, kata Budiman, diperlukan sinergitas lintas sektor agar pemanfaatan danau dapat dilakukan secara optimal.

"Saya memberikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan kita meluangkan waktu, berdiskusi lebih dalam tentang bagaimana sebaiknya rancangan model kolaborasi yang akan kita lakukan bersama untuk mengelola konservasi TWA danau matano. Tentu dengan dukungan dan pelibatan partisipasi berbagai pihak maka rancangan model kolaborasi yang akan dihasilkan dari pertemuan FGD ini tentu menjadi lebih baik," jelasnya.


Previous Post Next Post