Diterjang Angin Kencang disertai Hujan Deras, Nelayan Hilang di Luwu Berhasil Ditemukan Tim Sar Gabungan

SPACE PANJANG

 




 


LUWU  – Angin kencang disertai hujan deras yang melanda Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada, Selasa (23/02/2021) sore, membuat seorang nelayan di Desa Lampu Ara , Kecamatan Ponrang Selatan, dinyatakan hilang oleh keluarga.

Korban adalah Madi (60) tahun, berhasil ditemukan tim SAR gabungan Basarnas, TNI dan warga setempat,  setelah melakukan pencarian.

Kepala Kantor Basarnas Palopo, Maickel Marth Femy mengatakan,  korban hilang saat diterjang ombak akibat cuaca buruk.

“Korban ditemukan cukup jauh dari lokasi awal yakni di perairan Desa Ulo-ulo, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, dalam kondisi selamat dengan jarak dari lokasi awal tempat memancing sejauh 3 nautical mil,” kata Maickel, saat dikonfirmasi di lokasi, Rabu (24/02/2021).

Menurut Maickel, korban dan perahu ditemukan dalam kondisi utuh, tim sar yang melakukan pencarian dan menemukan korban langsung mengevakuasi ke darat lalu diantar dengan ambulans PSC 119 Luwu ke rumah keluarga.

“Meski ditemukan selamat, namun korban mengalami dehidrasi akibat kekurangan cairan, korban sekitar 15 jam terombang ambing di laut,” ucap Maickel.

Kepala Desa Lampu Ara, Adam Nasrum mengatakan warganya yang turun melaut sekitar pukul 12.00 Wita, namun sekitar pukul 16.00 Wita  tiba-tiba terjadi hujan deras disertai angin kencang  dari arah utara menuju ke selatan.

“Waktu itu sejumlah nelayan yang turun ke laut, kembali ke darat karena melihat kondisi cuaca yang tidak baik, hanya Madi yang tidak kembali, sehingga pada malam tadi keluarganya menunggu dan belum ada naik, maka dilakukan pencarian hingga siang ini, dan syukurlah sudah ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Adam.

Saat tiba di rumah, Madi disambut tangis haru keluarga Istri dan 6 orang anaknya, ia langsung diberi minum dan makan agar kondisinya cepat pulih.

“Waktu hujan dan angin datang, saya hanya bisa berdoa dan tenang semoga bisa selamat, walaupun ombak menerjang tinggi, beruntung perahu tidak rusak dan tenggelam,” tutur Madi.

Madi menuturkan bahwa saat terjadi angin kencang tidak berlangsung lama, hanya saja hujan deras yang cukup lama.

“Angin tidak berlangsung lama, hanya hujan deras yang lama, jadi waktu itu terpaksa pasang jangkar saja, menunggu hujan berhenti, waktu itu sudah gelap gulita,” ungkap Madi.    

Previous Post Next Post