MAKASSAR – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan peninjauan langsung kesiapan infrastruktur dan distribusi energi di Kota Makassar menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Minggu (15/3/2026).
Kunjungan kerja tersebut dilakukan oleh Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Investasi dan Ekonomi Muhammad Mahmud Azhar Lubis bersama jajaran Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, perwakilan BPH Migas, serta manajemen PT Pertamina Patra Niaga.
Peninjauan dilakukan di Integrated Terminal Makassar dan SPBU Ratulangi Makassar, termasuk pangkalan LPG di kawasan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fasilitas energi sekaligus memantau kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG selama Ramadan hingga Idulfitri.
Rombongan juga didampingi oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Migas Noor Arifin Muhammad, Komisaris PT Pertamina Patra Niaga Bambang Suswantono, serta Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar bersama jajaran manajemen regional.
Di Integrated Terminal Makassar, rombongan meninjau sejumlah fasilitas utama, mulai dari tangki penyimpanan hingga sistem distribusi BBM. Peninjauan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai kesiapan operasional terminal sebagai salah satu pusat penyimpanan dan penyaluran energi di wilayah Makassar dan sekitarnya.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi SPBU Ratulangi Makassar untuk melihat secara langsung pelayanan kepada masyarakat serta memastikan ketersediaan BBM menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Lebaran.
Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Investasi dan Ekonomi Muhammad Mahmud Azhar Lubis mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan langsung di berbagai daerah guna memastikan distribusi energi berjalan dengan baik.
“Pemerintah terus memonitor kesiapan infrastruktur energi di berbagai wilayah, termasuk di Makassar. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok energi nasional maupun yang tersedia di wilayah Makassar berada dalam kondisi aman dan terjaga,” kata Mahmud.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
“Masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan panic buying. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM maupun LPG sesuai kebutuhan guna menunjang aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Komisaris PT Pertamina Patra Niaga Bambang Suswantono menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah, regulator, dan Pertamina dalam memastikan kesiapan infrastruktur energi menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi perhatian dan dukungan dari Kementerian ESDM serta regulator yang melakukan peninjauan langsung ke fasilitas energi di Makassar. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam memastikan distribusi energi berjalan dengan baik,” ujar Bambang.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar menjelaskan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap operasional fasilitas penyimpanan dan jaringan distribusi energi di wilayah Sulawesi.
Menurut Deny, Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, regulator, serta mitra penyalur guna menjaga kelancaran distribusi energi selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi secara rutin melakukan monitoring terhadap operasional Integrated Terminal, SPBU, serta jaringan distribusi LPG agar distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan lancar,” jelasnya.
Di sisi lain, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto menyebut kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan Pertamina.
“Melalui pemantauan bersama ini diharapkan kesiapan infrastruktur dan operasional distribusi energi dapat terus terjaga. Pertamina akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran distribusi BBM dan LPG selama Ramadan hingga Idulfitri,” kata Lilik.
Dengan pemantauan langsung tersebut, pemerintah dan Pertamina memastikan layanan energi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Makassar dan sekitarnya, tetap terjaga menjelang puncak arus mudik Lebaran.
