Inspirasi Timur

 




JAKARTA -  Sebanyak 15.000 mahasiswa kedokteran dari 154 kampus di seluruh Indonesia siap menjadi relawan tenaga medis dan menjadi garda terdepan untuk melakukan penaganan bagi orang terjangkit atau terinfeksi virus corona (Covid-19). .

"Kami mendapatkan informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) jika ada 15.000 mahasiswa kedokteran dari 154 kampus di Indonesia siap menjadi relawan medis. Ini tentu menjadi kabar baik di tengah kekurangan tenaga medis dalam penanggulangan wabah corona di Tanah Air,” kata Syaiful Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, yang juga membidangi pendidikan, kepada wartawan, Kamis (26/03/2020).

Wasekjen DPP PKB itu menjelaskan puluhan ribu mahasiswa itu berasal dari fakultas kedokteran universitas maupun Politeknik Kesehatan (Poltekes). Dengan rincian 82 universitas dan 72 Poltekes.

"Kami tentu sangat mengapresiasi kesediaan para mahasiswa kedokteran tersebut yang bersedia mengajukan diri jadi relawan, meskipun dengan tingkat risiko tinggi,” sebutnya.

Tim medis mengevakuasi seorang pasien di dalam mobil ambulans saat simulasi penanganan wabah virus Corona di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/1).

Lebih lanjut, Legislator dapil Jawa Barat itu berharap rekrutmen yang dilakukan oleh Kemendikbud itu dapat dikoordinasikan dengan Satgas Penanganan COVID-19. Sehingga, bisa dipetakan kebutuhan di lapangan dan kemampuan dari mahasiswa.


Syaiful juga menyarankan agar para relawan yang direkrut dari kampus itu mendapatkan orientasi terlebih dahulu, sehingga bisa bekerja lebih efektif. Tak hanya itu, Syaiful mengingatkan agar mereka juga dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD).

"APD ini penting karena jangan sampai anak-anak kita yang jadi relawan malah menjadi korban penularan COVID-19 karena tidak memakai APD sesuai standar WHO," tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah mengakui saat ini kebutuhan terhadap tenaga medis sangat mendesak. Saat ini, pemerintah membutuhkan 1.500 dokter dan 2.500 perawat hingga sopir ambulans.

"Saat ini Indonesia membutuhkan sekitar 1.500 dokter, terutama spesialis paru dan anestesi, dokter umum, pranata lab, sekitar 2.500 perawat, dan juga bagian administrasi rumah sakit sampai ke sopir ambulans," kata koordinator relawan Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Andre Rahadian, saat konferensi pers di BNPB, Kamis (26/3).
Previous Post Next Post