SPACE PANJANG

 







PALOPO - Kembali sejumlah elemen organisasi mahasiswa baik intra maupun ekstra yang mengatasnamakan Aliansi Peduli Indonesia (API) melakukan aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPDR Kota Palopo, Selasa (01/10/2019).


Brought to you by: ww.youtube.com/watch?v=MPC via Huzzaz


Ratusan Mahasiswa yang berlatar belakang Perguruan Tinggi di Kota Palopo ini pada awalnya menuntut beberapa Revisi UU yang di anggap Kontroversial dan tidak pro terhadap kepentingan rakyat, termasuk revisi Undang-undang anti rasuah yakni KPK yang diancam akan menumpulkan kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi dan menggoyangkan inpendendensinya.

Selain itu mereka juga meneriakan soal pelanggaran HAM yang terjadi beberapa hari terakhir baik atas imbas ekskalasi konflik yang ada di Papua maupun korban aksi demonstrasi yang ada di beberapa wilayah di Indonesia serta persoalan BPJS.

Buntut dari pada aksi demontrasi yang di kawal ketat oleh aparat Kepolisian berujung bentrok antara mahasiswa dan pihak Kepolisian, walaupun pada awalnya beberapa massa aksi berusaha mencoba melerai teman-temannya yang coba menyentuh kawat yang di pasang di seputaran gedung DPRD tapi tiba-tiba saja massa pecah tanpa terkendali, aksi lempar batu dan tembakan gas air mata sontak membuat suasana di tengah pancaran terik matahari semakin tegang.

Aliansi API sempat menarik diri sejenak dikarenakan ada beberapa di antara rekannya  diamankan oleh pihak Kepolisian, lantaran negosiasi berjalan cukup alot di lakukan oleh perwakilan API kepada Kepolisian, beberapa diantara massa aksi mengunjungi kantor Polres Palopo dalam rangka menjemput teman-temannya yang sedang diamankan oleh Kepolisian, sayangnya upaya tersebut gagal dan Aliansi Api kembali melanjutkan aksi unjuk rasa setelah Salat Isya di depan gedung DPRD Kota Palopo.

Mereka berorasi bergantian dengan issu yang sama, akan tetapi tiba-tiba saja massa berteriak serentak mosi dan pencopotan Kapolres Palopo yang dianggap gagal menangani unjuk rasa.

Jendral Lapangan Ari Putra Daliman, yang juga Presma IAIN Kota Palopo menyayangkan adanya aksi yang berujung ricuh antara keduanya yakni aparat Kepolisian baik di hari pertama  yang membuat beberapa massa harus dilarikan ke rumah sakit lantaran terluka akibat tindakan represip hingga Senin (30/09/2019) siang.

“Sepaham kami, kepolisian memiliki protap serta aturan jelas dalam menghadapi proses penyampaian aspirasi di muka umum, dengan selalu dan senantiasa memperhatikan tindakan yang kontradiktif terhadap HAM, belum lagi pada saat ingin melakukan aksi sore tadi (Selasa) ada beberapa kawan kami yang hendak menuju ke lokasi akhirnya diarahkan untuk pulang, padahal kami selalu tegaskan bahwa yang kami lakukan sifatnya damai tidak ada upaya untuk selalu upaya yang sifatnya anarkis,” ucapnya.

“Perlu di ketahui bahwa Aliansi API sudah mulai melakukan unjuk rasa sebanyak 3 kali mulai tanggal 24 September, tanggal 30 September hingga 1 oktober dan akan kembali konsulidasi besar-besaran dalam menyikapi persoalan tanpa terkecuali tas pelanggaran Hak Asasi Manusia,” ujarnya. (RILIS)

Previous Post Next Post