SPACE PANJANG

 






LUWU - Prosesi Maccera Tasi atau Pesta Laut digelar Warga Tana Luwu, Sulawesi Selatan, Selasa (10/09/2019) siang, di Pelabuhan Ulo-ulo, Dusun Bajoe, Desa Belopa, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu.

Prosesi Maccera Tasi ini diikuti oleh sejumlah raja atau sultan dari dalam negeri dan dari perwakilan luar negeri.

Dalam prosesi ini dilakukan kegiatan seperti Adzan pada 4 penjuru mata angin dan pelepasan benih serta pakan ikan, hal ini dilakukan sebagai wujud ucapan terima kasih dan rasa syukur kepada Allah Swt yang telah memberikan keselamatan serta melimpahkan hasil tangkapan ikan  kepada nelayan.

Prosesi Maccera Tasi ini dihadiri Datu Luwu Andi Maradang Mackulau dan pemerintah setempat. Prosesi sebelumnya dilakukan dengan cara perahu Datu Luwu (Pincara) mengelilingi tempat prosesi Maccera (Ance) berupa menara tempat melakukan Adzan sebanyak 3 kali putaran.

Setelah melakukan prosesi Datu Luwu dan rombongan menuju tempat untuk menjamu para raja dari nusantara dan raja atau sultan perwakilan dari luar negeri.

Bupati Luwu, Basmin Mattayang mengatakan prosesi Maccera Tasi tahun ini tidak jauh beda dengan prosesi biasanya, hanya saja acara seperti melarungkan kepala Kerbau ditiadakan dan lebih kepada pelaksanaan syariat Islam.

“Inikan pesta keraton, tetapi sebenarnya Maccera Tasi ini seperti pelaksanaan kemarin-kemarin tidak ada bedanya, hanya saja kalau biasanya kita laksanakan secara internal sekarang ini ada tamu undangan pesta keraton sehingga kita perlihatkan itu yang terbaik untuk konsumsi para tamu-tamu kita,” kata Basmin saat dikonfirmasi.

Sementara itu juru bicara Kedatuan Luwu, Andi Saifuddin Kaddiraja mengatakan bahwa prosesi Maccera Tasi adalah ungkapan rasa syukur atas reski dari laut sehingga kewajiban manusia selalu mensyukuri nikmat yang telah diberikan.

“Bukan berarti manusia menyembah kepada sesuatu, tetapi rasa terima kasih jika manusia mendapat reski dari sisi manapun, jika ini tidak kita lakukan maka mahluk yang namanya manusia bisa saja terjadi bahwa manusia menjadi sombong di muka bumi ini sehingga tidak menghargai atau menghormati makhluk-makhluk tuhan yang lain, inilah hakikat acara maccera tasi,” ucapnya.

Kegiatan Maccera Tasi ini diikuti sejumlah raja atau sultan dari dalam negeri, selain itu acara ini juga diikuti sejumlah perwakilan dari kerajaan luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Lebanon, Perwakilan Kerajaan Inggris, Australia  dan Amerika  Serikat.

Previous Post Next Post