SPACE PANJANG

 




LUWU – Sekitar 500 hektar Persawahan Di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Mengalami kekeringan. Hal itu membuat sejumlah padi terancam mati.

Sebagian persawahan di daerah Bua hanya berharap pada air hujan namun  tak ada lagi  yang mengairinya.

Sama halnya dengan sawah yang mendapat irigasi juga tak lagi menerima banyak pasokan air karena sumber air di sungai debitnya sudah turun.

Tanaman padi yang baru berumur 15 hingga 20 hari, terancam mati, tanah persawahan sudah kering dan retak-retak, kondisi terparah ini terjadi di desa Tana Rigella. 
 
7 desa yang persawahannya dilanda kekeringan antara lain Desa Tana Rigella, Desa Puty, Desa Pammesakang, Desa Lengkong, Desa Karang-Karangan, Desa Padang Kalua dan Desa Pabbaresseng. 

Menurut petani, Alwi Borahima mengatakan bahwa jika dalam satu hingga dua pekan kedepan sawah mereka tidak mendapat pasokan air  maka tanaman padi mereka terancam mati.

“Upaya kami untuk menyelamatkan tanaman padi dengan menggunkan mesin Pompa yang menyedot air dari sungai dan kami bentangkan selang sepanjang 100 meter,” kata Alwi, saat dikonfirmasi di lokasi.

Menurutnya dalam satu malam mesin pompa dapat mengairi sawah seluas 15 are dengan menghabiskan 12 liter Premium.

“Dalam satu malam sekitar 10 jam pompa bisa mengairi sawah sebanyak 15 are, dengan menghabiskan premium sebanyak 12 liter,” ucapnya.

Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium katanya cukup membebani, namun dirinya tidak memiliki pilihan lain kecuali tetap mengairi sawah untuk mempertahankan tanaman padi. Dia berharap kepada pemerintah melalui Pertamina agar dalam mengisi BBM bisa diberi kelonggaran saat menggunakan jerigen.

“Kami berharap kepada pemerintah terutama pihak pertamina apabila kami bawa jerigen ke SPBU agar kiranya tidak dipersulit dan membantu kami di musim kemarau ini,” harapnya.(*)
Previous Post Next Post