Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Pemkab Luwu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla

Tuesday, 11 August 2026 | August 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-11T23:54:36Z

LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya risiko kekeringan pada musim kemarau.


Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Muhammad Rudi dalam Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Karhutla di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan.


Apel berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Luwu, Selasa (11/8/2026), dan dipimpin Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo yang membacakan sambutan Kapolda Sulawesi Selatan.


Dalam arahannya, disampaikan bahwa apel gelar pasukan menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel sekaligus sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi karhutla.


Pencegahan dan deteksi dini menjadi perhatian utama. Aparat dan seluruh unsur terkait didorong untuk meningkatkan patroli serta melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadi kebakaran.


Langkah tersebut dinilai penting karena penanganan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan upaya pemadaman ketika api sudah meluas.


Risiko Karhutla Meningkat Saat Kemarau


Faktor cuaca turut menjadi perhatian dalam kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Fenomena El Nino berpotensi menyebabkan periode kemarau berlangsung lebih panjang sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.


Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 di Sulawesi Selatan diperkirakan memiliki kondisi yang tidak normal. Puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus hingga September.


Kondisi tersebut membutuhkan langkah mitigasi yang dilakukan secara terpadu, terutama melalui penguatan sistem pencegahan, pemantauan wilayah rawan, serta kesiapan personel dan peralatan.


Penanganan karhutla juga tidak dapat dilakukan oleh satu instansi. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat diperlukan untuk mencegah terjadinya kebakaran sekaligus mempercepat penanganan apabila kebakaran terjadi.


Selain mengancam kawasan hutan dan lahan, karhutla dapat menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi.


Libatkan Lintas Instansi


Dalam apel tersebut, personel yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Pemadam Kebakaran, Tagana Dinas Sosial, tenaga medis, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Pramuka.


Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana karhutla.


Pemkab Luwu juga menempatkan kesiapsiagaan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, terutama selama periode puncak kemarau.


Dengan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta dukungan masyarakat, potensi kebakaran diharapkan dapat dicegah sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.


Turut hadir dalam apel tersebut Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali, Perwira Penghubung (Pabung) Luwu Sudirman, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update