Notification

×

Iklan

INSPIRASI TIMUR INDONESIA

Iklan

Indeks Berita

Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading 2026 Resmi Dibuka Wakil Bupati Luwu

Saturday, 8 August 2026 | August 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-08T14:05:05Z

LUWU – Wakil Bupati Luwu Muhammad Dhevy Bijak Pawindu resmi membuka Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading 2026 di halaman Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, Jumat (7/8/2026) malam.

Festival yang berlangsung selama tiga hari, 7-9 Agustus 2026, tersebut menjadi momentum Pemerintah Kabupaten Luwu untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.


Pembukaan festival dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Luwu, unsur Forkopimda, Maddika Ponrang, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu beserta jajaran, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, seniman, pelaku UMKM, insan pers, peserta festival, dan tamu undangan.


Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia yang menegaskan bahwa Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga, melestarikan, memperkenalkan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya Luwu sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.


"Festival ini menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya Luwu agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang," ujar Ketua Panitia dalam laporannya.


Sejumlah kegiatan disiapkan dalam festival tersebut, di antaranya Lomba Pidato Bahasa Daerah tingkat SMA/SMK, Lomba Tari Kreasi Nusantara tingkat umum, Karnaval SD/MI, Silaturahmi Pelaku Seni dan Budayawan, serta Seminar Kebudayaan.


Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan pelajar, seniman, budayawan, masyarakat, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival.


Jaga warisan budaya Luwu


Dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Luwu, Muhammad Dhevy Bijak Pawindu menyampaikan permohonan maaf Bupati Luwu karena tidak dapat menghadiri pembukaan festival lantaran menjalankan agenda pemerintahan lainnya.


Menurutnya, Kabupaten Luwu sebagai Bumi Sawerigading memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya yang telah menjadi bagian penting dari sejarah Nusantara.


Ia menegaskan, festival budaya tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan pertunjukan seni. Lebih dari itu, festival harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkarya, berinteraksi, dan menjaga keberlanjutan budaya daerah.


"Festival ini bukan sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi menjadi ruang bertemunya seluruh elemen masyarakat untuk berkarya, melestarikan budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Luwu kepada masyarakat yang lebih luas," kata Muhammad Dhevy saat membacakan sambutan Bupati Luwu.


Menurut dia, pelestarian budaya juga memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.


Festival diharapkan dapat membuka ruang promosi bagi produk lokal sekaligus meningkatkan peluang pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.


Dorong generasi muda lestarikan budaya


Muhammad Dhevy juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran sebagai pelopor pelestarian budaya Luwu.


Generasi muda, kata dia, dapat memulainya dengan mempelajari sejarah daerah, mencintai bahasa daerah, memahami adat istiadat, serta ikut menjaga berbagai warisan budaya yang dimiliki Luwu.


Di sisi lain, perkembangan teknologi digital dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya Luwu kepada khalayak yang lebih luas.


"Kemajuan teknologi tidak boleh menjauhkan kita dari akar budaya, tetapi harus menjadi sarana untuk memperkuat dan memperkenalkan budaya kepada dunia," ujarnya.


Sebelum membuka festival, Wakil Bupati juga mengingatkan dewan juri agar menjalankan tugas secara profesional dan objektif.


Ia meminta seluruh juri memberikan penilaian berdasarkan kemampuan peserta dan menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung.


"Berikan penilaian secara objektif sesuai kemampuan peserta. Sportivitas adalah kunci agar festival ini melahirkan prestasi yang membanggakan dan berkualitas," tegasnya.


Resmi dibuka


Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading 2026 kemudian resmi dibuka oleh Wakil Bupati Luwu dengan mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim".


Pembukaan tersebut disambut antusias para peserta dan masyarakat yang hadir.


Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat identitas budaya Luwu, mempererat persatuan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.


Melalui pelestarian budaya yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap warisan budaya Bumi Sawerigading dapat terus hidup, berkembang, dan dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update