JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) meraih enam penghargaan dalam ajang Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026 sebagai bentuk apresiasi atas penerapan inovasi, peningkatan kualitas, dan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam APQA 2026 yang mengusung tema Elevating Talent, Accelerating Innovation, Delivering Enterprise Value dan digelar di Grha Pertamina, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan budaya inovasi di seluruh lini operasional.
PGE mengandalkan Geothermal Integrated Management System (GIMS) berbasis standar ISO yang diperkuat melalui sistem tata kerja terintegrasi dan pengelolaan pengetahuan (knowledge management) sebagai bagian dari budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
Melalui sistem tersebut, perusahaan berupaya memastikan kegiatan operasional berjalan efektif, aman, andal, dan selaras dengan standar keberlanjutan global.
Dalam APQA 2026, PGE berhasil meraih enam penghargaan, yakni The Best Quality Performance, The Best System Assurance, The Best Value Creation Achievement, The Best Category Achievement, The Best KOMET Influencer, serta Sustainability Excellence for Operational Unit melalui PGE Area Kamojang.
Ahmad Yani menyebut penghargaan tersebut mencerminkan kuatnya budaya mutu dan inovasi yang telah diterapkan mulai dari kantor pusat hingga area operasi.
“Bagi kami, inovasi bukan sekadar untuk memenangkan kompetisi, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang sumber pendapatan baru bagi perusahaan,” kata Ahmad Yani.
Sementara itu, Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, mengatakan inovasi telah menjadi bagian dari cara kerja perusahaan, bukan sekadar program atau kewajiban.
Pada APQA 2026, tiga inovasi PGE juga meraih predikat Platinum untuk kategori Project Collaboration Improvement (PC Prove).
Ketiga inovasi tersebut yakni KATRILI yang memanfaatkan endapan silika fluida panas bumi menjadi booster nanosilika cair, SIBERIAN GUYS dengan inovasi AUTOCYD untuk memperkuat keamanan siber perusahaan, serta i-TECS yang menghadirkan digitalisasi monitoring sistem tata kerja perusahaan.
Selain itu, PGE mencatat pertumbuhan produksi listrik sebesar 15,22 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I 2026 menjadi 1.370 GWh. Saat ini, perusahaan mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan kapasitas terpasang 1.932 megawatt (MW) dan berkontribusi sekitar 70 persen terhadap total kapasitas panas bumi nasional.
PGE juga terus memperkuat kinerja keberlanjutan dengan meraih skor Environmental, Social, and Governance (ESG) sebesar 7,1 dari Sustainalytics, memperoleh penghargaan PROPER Emas, serta menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025.
