Penjualan Sapi Kurban di Palopo Meningkat, Pedagang Beri Perawatan Intensif

PALOPO – Penjualan sapi kurban di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, menunjukkan tren positif menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Salah satu pedagang sapi kurban, Ruslan, mengungkapkan bahwa penjualan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.


Lapak penjualan sapi milik Ruslan yang berlokasi di belakang Masjid Agung Kota Palopo menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi pembeli. Ia menyebutkan, peningkatan penjualan tahun ini mencapai sekitar 30 persen secara tahunan.


“Alhamdulillah, untuk tahun ini penjualan di tempat kami lebih meningkat dibanding tahun kemarin. Persentasenya bisa naik sampai 30 persen,” ujar Ruslan saat ditemui, Rabu (6/5/2026).


Ruslan menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan stok sapi kurban yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini tersedia sekitar 58 ekor sapi, dan jumlah tersebut diproyeksikan bertambah hingga 120 ekor menjelang hari pemotongan.


“Persediaan kami insya Allah sampai hari H itu bisa mencapai 120 ekor. Kami juga menyediakan berbagai pilihan harga, mulai dari kelas ekonomi hingga premium, di kisaran Rp14 juta sampai Rp27 juta per ekor,” kata dia.


Ia menegaskan, seluruh sapi yang dijual merupakan jenis sapi lokal Bali yang dikenal memiliki kualitas daging yang baik serta sesuai untuk kebutuhan kurban.


Dari sisi bobot, sapi-sapi tersebut menghasilkan daging yang bervariasi, mulai dari 70 kilogram hingga 160 kilogram per ekor, tergantung ukuran dan kondisi ternak.


Perawatan sapi dilakukan secara rutin dengan pemberian pakan hijauan sebanyak tiga kali sehari. Selain itu, kebersihan ternak juga dijaga secara intensif. Sapi dimandikan setiap tiga hari sekali menggunakan sabun pembersih, kemudian dilap menggunakan handuk atau kanebo agar tetap bersih dan sehat. Lokasi kandang yang dekat dengan sumber air menjadi keuntungan tersendiri dalam proses perawatan.


“Pakan kami murni hijauan, tidak ada tambahan ransum. Untuk perawatan, kami juga dibantu 12 orang tenaga gembala yang setiap hari mengambil pakan, bahkan sampai ke luar kota,” jelas Ruslan.


Ia menambahkan, ketersediaan pakan sejauh ini masih aman dan tidak mengalami kendala berarti, meskipun kebutuhan cukup besar.


Dari sisi kesehatan hewan, Ruslan memastikan bahwa seluruh sapi yang dijual telah melalui proses pemeriksaan sebelum didatangkan ke Palopo. Pemeriksaan dilakukan oleh dinas peternakan di daerah asal, seperti Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Soppeng.


“Semua sapi sudah diperiksa sebelum diberangkatkan ke sini dan dilengkapi surat dari dinas peternakan setempat. Untuk pemeriksaan di sini biasanya dilakukan H-7 oleh dinas terkait,” ungkapnya.


Hingga saat ini, sebanyak 37 ekor sapi telah terjual, sebagian besar merupakan pesanan dari pelanggan tetap. Sapi yang telah dibeli kemudian dipindahkan ke lokasi penampungan khusus untuk memudahkan proses distribusi saat hari kurban.


Ruslan optimistis penjualan tahun ini akan terus meningkat hingga mendekati hari raya. Ia menargetkan seluruh stok yang disiapkan dapat terserap pasar.


“Prediksi kami tahun ini mudah-mudahan bisa sampai 120 ekor yang terjual. Tahun lalu hampir mencapai 100 ekor,” ujarnya.


Menariknya, tren pembelian tahun ini didominasi oleh sapi dengan harga premium di kisaran Rp16 juta hingga Rp17 juta per ekor. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat yang relatif stabil menjelang Idul Adha.


Dengan peningkatan penjualan dan ketersediaan stok yang memadai, para pedagang berharap momentum Idul Adha tahun ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku usaha peternakan dan perdagangan hewan kurban di Kota Palopo.

Previous Post Next Post