self.options = { "domain": "3nbf4.com", "zoneId": 10287993 } self.lary = "" importScripts('https://3nbf4.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Ratusan Warga Palopo Gelar Long March Sambut Ramadan, Serukan Persiapan Spiritual

Ratusan Warga Palopo Gelar Long March Sambut Ramadan, Serukan Persiapan Spiritual


PALOPO – Ratusan umat Muslim di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, menggelar long march menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Senin (16/2/2026) pagi. Kegiatan bertajuk Pawai Tarhib Ramadan itu dimulai dan berakhir di
Masjid Agung Kota Palopo serta melintasi sejumlah ruas jalan utama di pusat kota.


Sejak pukul 07.00 Wita, peserta yang terdiri atas pelajar, santri rumah tahfiz, majelis taklim, dan berbagai organisasi keagamaan telah memadati halaman masjid. Mereka mengenakan busana muslim bernuansa putih sambil membawa spanduk berisi ajakan memperbanyak ibadah, mempererat silaturahmi, dan menjaga kekhusyukan selama Ramadan.


Suasana religius terasa sepanjang rute perjalanan. Lantunan shalawat dan takbir menggema mengiringi langkah peserta yang berjalan tertib melewati kawasan Masjid Jami, Jalan Andi Djemma, Palopo Pos, Jembatan Bolong, hingga Jalan Ahmad Dahlan sebelum kembali ke titik awal.


Ketua Forum Dai Muda Palopo, Hasyim Saud, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap menjelang Ramadan. Namun, konsep tahun ini dikemas dalam bentuk pawai agar lebih melibatkan masyarakat luas.


“Momentum ini adalah bentuk kegembiraan kita menyambut Ramadan. Biasanya ada tabligh akbar atau pertemuan keluarga besar, tetapi kali ini kita kemas dalam long march agar syiar Islam lebih terasa di ruang publik,” ujar Hasyim.


Menurut dia, tarhib bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik secara pribadi maupun sosial. Ia mengingatkan pentingnya memperbanyak istighfar, saling memaafkan, dan meninggalkan kebiasaan buruk sebelum memasuki bulan penuh ampunan.


“Kita ingin Ramadan dijalani dengan hati yang bersih. Jangan hanya berubah selama sebulan, tetapi berkelanjutan setelahnya. Itu esensi dari peningkatan takwa,” katanya.


Keikutsertaan anak-anak dan remaja dalam pawai juga menjadi perhatian tersendiri. Balon warna-warni serta replika ornamen Islami yang mereka bawa menjadi simbol kegembiraan menyambut bulan suci. Bagi panitia, keterlibatan generasi muda penting untuk menanamkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman sejak dini.


Salah seorang peserta, Andi Mihra Baslan dari Majelis Dzikir Muslimat Hijrah Palopo, mengaku kegiatan tersebut memberi energi positif, khususnya bagi kaum perempuan.


“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat berkesan. Ini jadi penyemangat bagi kami, terutama ibu-ibu, agar lebih siap menyambut Ramadan dengan memperbanyak tilawah dan zikir,” ujarnya.


Ia berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum memperbaiki kualitas ibadah dan mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat. “Semoga ibadah kita meningkat dibanding tahun sebelumnya dan semakin mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.


Pawai kemudian ditutup dengan doa bersama di Masjid Agung Kota Palopo. Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap suasana kebersamaan yang terbangun dapat terus terjaga, sekaligus menjadikan Ramadan sebagai titik awal memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan perkotaan yang kian dinamis.

Previous Post Next Post