self.options = { "domain": "3nbf4.com", "zoneId": 10287993 } self.lary = "" importScripts('https://3nbf4.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Ramadhan di Palopo: Takjil Laris Manis di Pasar Andi Tadda, Omzet Pedagang Tembus Ratusan Ribu

Ramadhan di Palopo: Takjil Laris Manis di Pasar Andi Tadda, Omzet Pedagang Tembus Ratusan Ribu


PALOPO – Area Pasar Andi Tadda di Jalan Andi Tadda, Kelurahan Ponjalae, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, menjadi pusat penjualan menu berbuka puasa atau takjil selama Ramadhan.


Sejak sore hari, kawasan pasar dipadati warga yang berburu aneka hidangan untuk berbuka. Berbagai jenis makanan dan minuman dijajakan di sepanjang area pasar, mulai dari kue tradisional, gorengan, hingga minuman segar. Lokasinya yang strategis dan berada di jalur utama membuat kawasan ini mudah diakses masyarakat.



Lapak-lapak takjil di lokasi tersebut didominasi anak-anak muda yang mencoba peruntungan dengan berjualan selama bulan suci. Mereka menawarkan beragam menu dengan tampilan menarik dan harga terjangkau.


Salah seorang pedagang, Dian, mengatakan ia menjual berbagai jenis kue dan minuman khas Ramadhan.


“Ada lopis, pisang ijo, dadar, es buah, kue abba, sama kue katiri sallang dan katiri mandi,” ujar Dian saat ditemui, Kamis (20/2/2026).


Ia menyebut harga jual takjil yang ditawarkan relatif terjangkau. “Rata-rata harga Rp 8.000 sampai Rp 10.000,” katanya.


Menurut Dian, penjualan selama beberapa hari terakhir berjalan lancar. Ia mengaku bersyukur dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.


“Alhamdulillah, selama beberapa hari ini lancar,” ucapnya.


Dalam sehari, Dian mengaku bisa meraup pendapatan rata-rata sekitar Rp 500.000.


“Sehari rata-rata Rp 500.000 per hari,” katanya.


Pedagang lainnya, Hafiz, juga merasakan hal serupa. Ia menjual aneka gorengan dan jajanan seperti risol mayo, kue telur, sosis, jalangkote isi sayur maupun telur, serta bakwan.


“Di sini ada risol mayo, kue telur, sosis, jalangkote isi sayur, ada juga isi telur, sama bakwan,” ujar Hafiz.


Untuk harga, ia membanderol dagangannya dengan sistem paket. “Rata-rata Rp 5.000 per dua buah, ada juga Rp 5.000 per tiga buah,” katanya.


Hafiz mengaku penjualannya cukup tinggi setiap hari. “Alhamdulillah, sangat lancar. Satu hari rata-rata laku sampai 900 buah,” ujarnya.


Tingginya minat warga membeli takjil di kawasan Pasar Andi Tadda juga dirasakan pembeli. Rahmi, seorang ibu rumah tangga, mengaku hampir setiap hari membeli menu berbuka di lokasi tersebut setelah berbelanja kebutuhan pokok di dalam pasar.


“Setelah dari dalam pasar belanja kebutuhan dapur, saya sekalian beli menu buka puasa di luar. Jadi tidak perlu jauh-jauh lagi,” kata Rahmi.


Ia menilai pilihan menu yang beragam dan harga yang terjangkau menjadi alasan utama warga memilih membeli takjil di kawasan itu.


Keramaian Pasar Andi Tadda menjelang waktu berbuka puasa pun menjadi pemandangan rutin setiap Ramadhan. Selain menjadi tempat berburu hidangan berbuka, kawasan ini juga membuka peluang usaha musiman bagi warga, khususnya generasi muda, untuk menambah penghasilan.

Previous Post Next Post