PALOPO – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Fadriaty Asmaun, turut berorasi bersama mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (IPMIL Raya) untuk menyuarakan dukungan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.
Aksi damai tersebut digelar dalam bentuk mimbar bebas di depan Kantor Wali Kota Palopo, Selasa (20/1/2026). Aksi ini berlangsung bertepatan dengan waktu rehat agenda Pembukaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Wija To Luwu II yang dilaksanakan di Aula Ratona Kantor Wali Kota Palopo.
Dalam orasinya, Fadriaty menegaskan dukungan penuh terhadap perjuangan mahasiswa IPMIL Raya dalam mengawal aspirasi pembentukan DOB. Legislator Partai Demokrat itu mengajak seluruh elemen masyarakat Luwu Raya untuk tetap solid dan bersatu demi mewujudkan cita-cita bersama.
Menurut Fadriaty, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya memiliki dasar historis yang kuat. Ia menyebut, gagasan tersebut merupakan bagian dari janji Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, kepada masyarakat Luwu yang disampaikan langsung kepada Datu Luwu Andi Djemma saat wilayah Luwu menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Ini adalah janji sejarah yang harus terus kita perjuangkan bersama. Dengan persatuan dan kekompakan, saya yakin DOB Luwu Raya dapat terwujud,” kata Fadriaty di hadapan massa aksi.
Meski demikian, Fadriaty yang dikenal sebagai Srikandi Luwu Raya itu mengingatkan mahasiswa agar tetap menjunjung tinggi etika dan moral dalam menyampaikan aspirasi. Ia menekankan bahwa aksi demonstrasi harus dilakukan secara damai, tertib, tidak anarkis, serta menghindari tindakan provokatif.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa perjuangan pembentukan DOB Luwu Raya telah berlangsung sejak lama. Karena itu, ia berharap momentum Hari Jadi Luwu dan Hari Perjuangan Rakyat Luwu dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh masyarakat untuk terus menyuarakan aspirasi tersebut.
Fadriaty juga berharap Gubernur Sulawesi Selatan dapat segera mengeluarkan rekomendasi, sehingga proses pengusulan DOB dapat dilanjutkan ke pemerintah pusat hingga ke Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, termasuk pencabutan moratorium dan pengesahan pembentukan daerah otonomi baru.
Sementara itu, Silatnas Wija To Luwu II diketahui turut dihadiri Datu Luwu Andi Maradang Machulau, sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat asal Luwu Raya, serta para ketua dan pengurus Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) dari berbagai provinsi serta kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
