Satbrimobda Sulsel Kurban 128 Ekor Sapi, Kompol Muhammad Agus: Maknai Hari Raya Idul Adha Sebagai Keiklasan untuk Meningkatkan Ketaqwaan

Satbrimobda Sulsel Kurban 128 Ekor Sapi, Kompol Muhammad Agus: Maknai Hari Raya Idul Adha Sebagai Keiklasan untuk Meningkatkan Ketaqwaan

LUWU UTARA - Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu perayaan hari besar umat Islam di seluruh dunia. Idul Adha sendiri menjadi momen peringatan tentang keiklasan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah SWT.

Pada hari raya Idul Adha 2022 ini, Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan menyembelih sebanyak 128 ekor sapi.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Heru Novianto mengatakan hewan Kurban yang disembelih totalnya 128 ekor

“Penyembelihan dan penditribusian kurban ini tidak hanya di Mako Batalyon  A Pelopor dan Detasemen Gegana, tetapi juga di daerah sepearti Bone, Pare-pare, dan Luwu Utara,” kata Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Heru Novianto, Minggu (10/07/2022).

Heru menambahkan, daging kurban ini nantinya akan di distribusikan kepada kelompok masyarakat yang kurang mampu dan penyaluran daging melalui anggota.

“Alhamdulilah semua anggota memiliki kesadaran untuk ikut berkurban, jadi 1 tahun itu kita bentuk kelompok dan menabung agar semuanya bisa ikut berkurban,” ucapnya.

Sementara di Markas Komando (Mako) Batalyon D Pelopor Satbrimobda Sulsel yang berada di Desa Baebunta, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara menyembelih sedikitnya 5 ekor sapi.

“Alhamdulillah, penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di Mako Yon D Pelopor dan didistribusikan kepada masyarakat yang berada disekitar Mako,dan wartawan yang merupakan mitra kepolisian,” kata Komandan Batalyon (Danyon) D Pelopor, Kompol Muhammad Agus.

Ia menambahkan, hari raya Idul Adha merupakan pesan simbolik yang mengandung pembelajaran yang sudah seharusnya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan berkurban artinya kita berupaya meningkatkan ketakwaan terhadap sang pencipta, menghormati orang tua sebagaimana yang Nabi Ismail lakukan, ia iklas ketika ayahnya Nabi Ibrahim memintanya untuk menjadi kurban atas peritah Allah, dan hal itu tidak mengurangi rasa hormat Nabi Ismail kepada sang ayah,” tuturnya.

“Selain itu, makna dari idul Adha juga mengajarkan kita untuk berbagi kepada sesama, memupuk rasa empati dan terus menjalin silaturahmi yang baik kepada sesama,” jelas Kompol Muhammad Agus.

Previous Post Next Post