LPK Mandiri Kreatif Luwu Utara Cetak Oprator Exkavator Muda yang Handal Siap Kerja
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

 

LUWU UTARA - Tenaga kerja yang handal dan memiliki beragam keterampilan menjadi syarat utama dalam hal penerimaan karyawan baik di pihak perusahaan swasta maupun instansi pemerintah.

Lembaga kursus Operator LPK Mandiri yang dipimpin Hariansa Effendi hadir di tengah masyarakat sejak 2018.

Sejak didirikan lembaga kursus LPK Mandiri telah banyak mencetak oprator exkavator atau yang biasa disebut dengan Beko baik pria maupun perempuan.

Pimpinan LPK Mandiri Hariansa Effendi  mengatakan ide kreatif untuk membangun SDM yang handal dibidang alat berat guna menyalurkan tenaga kerja yang profesional.

“Setiap angkatan pelatihan biasa diikuti sampai 25 peserta kursus baik laki laki maupun perempuan,”  kata Heriansa, Selasa (7/6/2022).

“Peserta kursus dibuka untuk umum dengan persyaratan, cukup mengisi formulir, menyertakan foto kopi ijasah terakhir, fotokopi KTP, fotokopi KK, serta melampirkan surat vaksin covid 19 dan membayar biaya administrasi kursus,” tambah Opong, sapaan akrabnya.

Lanjut Hariansa, sistem pelatihan menerapkan 25 persen belajar teori dan 75 persen  praktik lapangan.

“Saat praktik di lapangan kami bekerja sama dengan pemerintah desa yang ada di Kecamatan Tanalili, Bonebone serta Malangke untuk melaksanakan prak tik kerja lapangan,” ucap Hariansa.

Peraktik pada angkatan pertama yaitu Normalisasi sungai Bungadidi, yang kedua Normalisasi sungai Patila dan yang ketiga membangun tanggul sepanjang 3000 meter di Pesa Pongko, Kecamatan Bonebone.

“Dan saat ini mengerjakan tanggul sepanjang 700 meter didesa Ladongi, Kecamatan Malangke, yang menjadi harapan masyarakat desa selama ini,” ujar Hariansa.

Alumni LPK Mandiri kreatif juga sudah tersebar di berbagai perusahaan tambang di beberapa provinsi baik itu di Provinsi Papua, Kalimantan, Sultra maupun provinsi Sulteng.

“Insya Allah kami juga akan membuka  cabang LPK Mandiri di kabupaten Morowali Utara dengan bekerjasama pihak dinas tenaga kerja kabupaten,” tutur Hariansa.

“Harpan kami selaku pembina (instruktur) bagai mana kemudian anak-anak kita dapat memanfaatkan usia mudanya menjadi putra putri yg kompoten, dan dapat menjadi kebanggaan keluarga,” harap Hariansa. (Mursalim).

Previous Post Next Post