Warga Rampi Ingin Pindah ke Poso Sulteng, Begini Penjelasan Bupati Luwu Utara

LUWU UTARA - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menjelaskan bahwa seperti yang sama diketahui akses ke kecamatan Rampi memang sangat sulit dengan topografi wilayah lereng berbatuan granit kambuno yang mudah lapuk.

Sejak terbentuknya Luwu Utara, pemerintah daerah telah berupaya membuka akses darat dari Masamba - Pincara – Onondowa, termasuk dengan melibatkan sipur TNI, membangun rabat beton di spot tertentu, termasuk mengalokasikan anggaran beberapa  tahun untuk pelebaran dan pemeliharaan jalan.

Baca : Merasa Diabaikan, Warga Rampi Luwu Utara Ingin Pindah ke Poso Sulteng

“Alhamdulillah untuk akses antara desa relatif sudah berjalan baik, yang jadi tantangan adalah akses dari kecamatan ke ibukota kabupaten, Pada tahun 2019 sudah diinisiasi bersama dengan Pemprov Sulsel dan Kodam IV Hasanuddin melalui program TMMD/Karya bakti untuk membuka akses lain, yaitu melalui kecamatan Seko, tetapi karena sesuatu hal belum dapat terlaksana,” jelas Indah.

Terkait kerja bakti ke Bada, Indah menuturkan bahwa hampir tiap tahun dilakukan bersama warga dan pemerintah desa/kecamatan Rampi, terutama untuk pemeliharaan akses yang sudah ada, ruas jalan ini juga telah diusulkan untuk jadi ruas jalan nasional karena menghubungkan 2 provinsi.

“Prinsipnya adalah percepatan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat, yang perlu diketahui bahwa selain akses darat, kecamatan Rampi juga dapat dijangkau dengan akses udara. Penerbangan bersubsidi masihbterus berlangsung, begitu juga dengan pesawat kargo, dan bahkan tahun ini juga mendapatkan subsidi untuk distribusi darat dari bandara ke desa2,” imbuh Indah.

Diberitakan sebelumnya Warga Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan,  menginginkan untuk pindah wilayah administratif ke Provinsi Sulawesi Tengah.

Pada Senin (2/5/2022) hingga  Jumat (6/5/2022) lalu, masyarakat Desa sekecamatan Rampi bergotong royong memperbaiki jalan yang menghubungkan Kecamatan Rampi Kabupaten Luwu Utara dengan Kecamatan Lore (Bada) Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah sepanjang 36 kilometer.

Tokoh pemuda Rampi, Bangsi Bati mengatakan semangat pemerintah dan masyarakat sekecamatan Rampi dalam membuka jalan secara manual ialah dikarenakan jalan penghubung Rampi - Bada lebih muda di akses masyarakat karena jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, diperkirakan hanya mencapai kurang lebih 36 kilometer, sementara jalan penghubung Masamba - Rampi lebih jauh diperkirakan 80 kilometer.

“Kami dijanji saat kunjungan maupun kampanye, tapi sayangnya kami diberi harapan palsu selama puluhan tahun, kami sudah sangat kecewa dengan pemerintah, sebab janji yang sudah beberapa kali disampaikan tidak pernah direalisasikan sampai saat ini,” kata Bangsi.

Lanjut Bangsi, atas kekecewaan tersebut, ia bermaksud akan bersurat ke Presiden Jokowi meminta supaya Rampi dikeluarkan dari wilayah Luwu Utara dan bergabung dengan Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah.

"Jika pemerintah daerah dari tahun ke tahun hanya bisa berjanji tanpa bukti, maka masyarakat Rampi berkomitmen akan melakukan langkah kongkrit bersurat ke Presiden Republik Indonesia dengan beralih pemerintahan ke Sulawesi Tengah," ucap Bangsi.

Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Rampi (IPMR) Ramon Dasinga, mengatakan sejauh ini, pemerintah daerah tidak serius atau fokus membangun atas dasar azas pemerataan pembangunan sebagaimana tertuang dalam konstitusional,  sehingga masyarakat Rampi tidak pernah merasa sejahtera yang ada malah sebaliknya melarat miskin.

“Akibatnya pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat sangat tertinggal dikarenakan akses transportasi darat yang tidak memadai, bahkan masyarakat di daerah Rampi berinisiatif untuk pindah dan bergabung dengan Provinsi Sulawesi Tengah hal itu dikarenakan kurangnya perhatian Pemkab Luwu Utara dan Pemda Provinsi Sulawesi Selatan terhadap masyarakat Rampi dari segi pembangunan jalan penghubung Kecamatan Rampi dengan Masamba,” ujar Ramon. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Inspirasitimur.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Inspirasi Timur News Update", caranya klik link https:t.meinspirasitimurdotcom, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Previous Post Next Post