self.options = { "domain": "3nbf4.com", "zoneId": 10287993 } self.lary = "" importScripts('https://3nbf4.com/act/files/service-worker.min.js?r=sw') Safari Ramadan di Bua, Pemkab Luwu Tekankan Keamanan dan Program Strategis

Safari Ramadan di Bua, Pemkab Luwu Tekankan Keamanan dan Program Strategis


LUWU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu, Sulawesi Selatan, menggelar Safari Ramadan pada malam ke-8 Ramadan 1447 Hijriah di sejumlah titik, Kamis (26/2/2026). Di Desa Pabbaresseng, Kecamatan Bua, kegiatan terbagi dalam dua tim yang menyambangi Masjid Nurul Iman dan Masjid Almuhajirin.

 

Kegiatan diawali dengan arahan Kepala Desa Pabbaresseng, Bugedang. Dalam sambutannya, ia menyoroti kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang belakangan menjadi perhatian di beberapa desa di Kecamatan Bua.

 

“Beberapa waktu terakhir ini, situasi keamanan dan ketertiban di sejumlah desa di Kecamatan Bua perlu menjadi perhatian bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah,” kata Bugedang, Rabu (25/2/2026) malam.

 

Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga stabilitas lingkungan, terutama selama bulan suci Ramadan agar ibadah dapat berlangsung dengan aman dan khusyuk.

 

Setelah sambutan kepala desa, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah Ramadan oleh tim Safari Ramadan Kabupaten Luwu yang diisi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Luwu, Erham Lanco.

 

Dalam tausiyahnya, Erham menegaskan pentingnya menjaga kamtibmas serta tidak mudah terpengaruh isu-isu yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat. Ia mengajak warga tetap tenang dan memperkuat persatuan.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di bulan Ramadan ini. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar, ucap Erham.


“Ramadan ini harus menjadi momentum memperkuat ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.


Erham juga mengaku kagum dengan kondisi Desa Pabbaresseng yang dinilai memiliki nilai historis penting sebagai salah satu titik awal masuknya Islam di Tana Luwu, bahkan di Jazirah Sulawesi.


“Kami sangat kagum dengan Desa Pabbaresseng karena memiliki nilai sejarah sebagai salah satu titik awal masuknya Islam di Tana Luwu. Ini harus kita jaga dan lestarikan bersama. Insha Allah pemerintah Kabupaten Luwu akan membangun jalan untuk mendukung pariwisata religi,” ujarnya.


Selain itu, ia memaparkan sejumlah program strategis Pemkab Luwu yang akan dibangun di Kecamatan Bua. Di antaranya pembangunan rumah sakit regional di Dusun Labokke yang lokasinya tidak jauh dari Bandara Bua, pembangunan sekolah rakyat, serta rencana kehadiran kampus perguruan tinggi Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo.


“Kami berharap masyarakat dapat mendukung program pembangunan pemerintah daerah, karena semua ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya di Kecamatan Bua, tuturnya.


“Rencana pembangunan rumah sakit regional, sekolah rakyat, hingga kampus perguruan tinggi di wilayah ini menjadi peluang besar bagi kemajuan Bua ke depan, tambahnya.


Ia juga menyampaikan perkembangan terkait Bandara I Lagaligo Bua yang direncanakan akan diperluas, termasuk perpanjangan landasan pacu (runway). Terkait pembebasan lahan, pemerintah memastikan prosesnya akan dilakukan sesuai regulasi dan kesepakatan bersama dengan masyarakat.


“Terkait perluasan Bandara I Lagaligo Bua, pemerintah akan menjalankan proses pembebasan lahan sesuai regulasi dan kesepakatan bersama masyarakat, jelasnya.


Safari Ramadan ini menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus sarana penyampaian informasi pembangunan serta penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. 


Previous Post Next Post