Bersama BPBD Luwu, KKNT UNCP di Desa Tanarigella Sosialisasi Kebencanaan

Bersama BPBD Luwu, KKNT UNCP di Desa Tanarigella Sosialisasi Kebencanaan

LUWU – Menghadapi ancaman bencana alam dan non alam, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) melaksanakan seminar tentang kebencanaan, Sabtu (12/02/2022) lalu.

Kegiatan tersebut kerjasama dengan badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu yang berthemakan peran pemuda dalam membangun pemahaman tanggap dan tangguh menghadapi bencana alam dan non alam.

Pemateri dalam kegiatan ini yakni Aminuddin, Sekretaris BPBD Luwu, sementara peserta adalah masyarakat Desa Tanarigella.

Sekretaris BPBD Luwu, Aminuddin mengurai tentang bencana yakni terdapat 3 jenis yaitu  bencana alam yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang ditimbulkan oleh alam, antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

“Adapula  bencana non alam  yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam, antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah  penyakit  dan yang ketiga bencana sosial  yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror,” kata Aminuddin.

Lanjut Aminuddin, Kabupaten Luwu berisiko tinggi terhadap bencana seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, abrasi dan kebakaran, untuk itu perlu masyarakat/desa tangguh dalam menghadapi bencana.

“Desa Tangguh Bencana adalah desa/kelurahan  yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan, ini sesuai dengan (Perka BNPB No.1 Thn 2012,” ucap Aminuddin. 

Menurut Aminuddin, dalam menangani bencana diperlukan prinsip - prinsip penanggulangan bencana yaitu cepat dan tepat, prioritas, koordinasi dan keterpaduan, berdaya guna dan berhasil guna, transparansi dan akuntabilitas, kemitraan, pemberdayaan, nondiskriminatif  dan nonproletisi (tidak menyusupkan agama).

“Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penanganan bencana adalah pemahaman risiko ancaman dan dampaknya, alur komando, kendali, komunikasi, koordinasi, kerja sama dan informasi antar pihak terkait selain itu elemen lain yang perlu diperhatikan, seperti identifikasi sumber daya yang meliputi ketersediaaan, kebutuhan dan kekurangan sumber daya serta komitmen dari semua pihak yang berkompeten dalam melakukan upaya penangan darurat bencana,” ujar Aminuddin.

Koordinator Desa (Kordes) KKN UNCP Desa Tanarigella, Sahrul mengatakan kegiatan ini berlangsung selama 2 yakni  12 hingga 13 Februari 2022.

“Hari pertama materi tentang kebencanaan dan hari kedua aksi bersih sebagai antisipasi dalam menanggulangi bencana seperti banjir,” tutur Sahrul.

Previous Post Next Post