14 Santriwati yang Merasakan Mual dan Pusing Usai Divaksin Kembali ke Pondok, Kapuskesmas: Karena Pengaruh Stres Tinggi

14 Santriwati yang Merasakan Mual dan Pusing Usai Divaksin Kembali ke Pondok, Kapuskesmas: Karena Pengaruh Stres Tinggi


LUWU TIMUR –14 santriwati pondok Pesantren Hidayatullah Lambara, Kecamatan Burau, Luwu Timur yang menjalani perawatan medis di Puskesmas Bone Pute, usai menjalani vaksinasi covid-19 dosis kedua kini dikembalikan ke pondok.

Kepala Puskesmas Bone Pute Luwu Timur, Baya mengatakan semua santri sudah dipulangkan ke pondoknya di Pesantren Hidayatullah, setelah dinyatakan sehat.

“Mereka sudah dikembalikan karena sudah sehat, hasil konfirmasi dan pengecekan di lokasi hasilnya bahwa tidak ada makanan atau minuman yang mengandung bahan berbahaya yang dikonsumsi,” kata Baya, Jumat (04/02/2022).

Menurut Baya, Tim Dinas Kesehatan Luwu Timur dan Puskesmas Bone Pute juga sudah turun ke lokasi memeriksa kondisi dapur pondok dan hasilnya tidak ada indikasi untuk memeriksa makanan lebih lanjut.

“Yang utama dari apa yang mereka alami adalah karena pengaruh stress yang tinggi, jadi mereka stres duluan sebelum divaksin ,” ucap Baya.

Lanjut Baya, meski sebagian rekannya yang tidak divaksin dan merasakan hal yang sama yakni mual dan muntah, hal itu juga dikarenakan pengaruh stres.

“Mereka juga stres melihat temannya, ini hal biasa yang kerap dialami anak di pondok karena setelah diobservasi di Puskesmas sejauh ini tidak ada gejala lain seperti demam makanya kami pulangkan. Baru saja mereka diperiksa oleh tim puskesmas dan kondisinya sudah aman mereka sudah beraktivitas di pondok,” ujar Baya.

Sebelumnya diberitakan Setelah divaksin pada Rabu kemarin (2/2/2022), sebanyak 14 santriwati Pondok Pesantren Hidayatullah Lambara, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dilarikan ke Puskesmas Bonepute untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Hal itu dilakukan, lantaran para santriwati tersebut mengalami mual dan pusing usai mendapatkan vaksinasi.

Kepala Puskesmas Bonepute, Nurbaya, yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, para santriwati yang dilarikan ke Puskesmas rata-rata berusia 15 hingga 16 tahun. 

“Semalam mereka mengalami mual dan pusing setelah divaksin kemarin, akhirnya dilarikan ke Puskesmas," kata Nurbaya, Kamis (3/2/2022).

Untuk saat ini, lanjutnya, setelah mendapatkan penanganan medis para santriwati tersebut, saat ini Puskesmas masih merawat 7 orang santriwati, sementara 7 orang lainnya sudah dipulangkan. 

"Sekarang sisa 7 orang dirawat, yang 7 sudah dipulangkan karena kondisinya sudah membaik,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Bonepute mengungkapkan, pasca kejadian itu tim Dinas Kesehatan saat ini tengah melakukan pemeriksaan di sekolah, lantaran diketahui dari 14 santri yang dilarikan ke Puskesmas tidak semua divaksin.

“Tidak semua yang dilarikan ke Puskesmas sudah divaksin, ada beberapa yang tidak vaksin namun mengalami gejala yang sama. Tim Dinkes sekarang melalukan pemeriksaan,” ungkap Nurbaya. 

Sementara itu, pihak Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Lambara hari ini menggelar rapat pasca kejadian tersebut. (*)

Previous Post Next Post