Banjir Luapan Sungai Noling, Hari Pertama PTM 2022 di SMA 4 Luwu Terhambat
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

 

LUWU -  Luapan Sungai Noling setelah diguyur hujan deras pada Minggu (02/01/2022) malam membuat permukiman dan akses warga terendam banjir di Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu,  Sulawesi Selatan,  Senin (03/01/2022) siang.

Banjir juga merendam akses warga khususnya guru dan siswa menuju ke sekolah SMA Negeri 4 Kabupaten Luwu yang berjarak 1 kilometer dari jalan trans Sulawesi.

Sejumlah siswa mencoba menerobos menggunakan kendaraan roda dua untuk sampai di sekolah namun berbalik arah mengingat ketinggian air mencapai 90 sentimeter, begitupun dengan siswa lainnya berjalan kaki menuju ke sekolah namun karena tingginya air banjir membuat siswa kembali ke rumah.

Menurut salah seorang siswi, Dewi Malladako mengatakan dirinya tak dapat sampai ke sekolah karena jalan menuju ke sekolahnya terendam banjir yang cukup menyulitkan.   

“Jalan menuju ke sekolah terendam banjir 60 hingga 90 sentimeter membuat kami tak mampu untuk sampai ke sekolah, jarak dari jalan utama menuju ke sekolah mencapai 1 kilometer,” kata Dewi saat dikonfirmasi di lokasi, Senin (03/01/2022) siang.

Dewi berharap pemerintah menangani banjir yang kerap terjadi di daerah tersebut karena mengganggu aktivitas pelajar saat terjadi banjir.

“Kami berharap pemerintah segera menangani banjir agar jalan menuju ke sekolah kami tidak terendam seperti sekarang ini,” ucap Dewi.   

Akibat banjir, proses belajar mengajar terutama pembelajaran tatap muka (PTM) di hari pertama tertunda, para guru dan siswa terlihat hanya berkumpul di depan jalan utama menunggu surutnya air.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA 4 Luwu, Nuraeni mengatakan banjir di daerah tersebut sudah serig terjadi bahkan sudah menjadi langganan yang menyebabkan jalan dan sekolah terendam, dihari pertama masuk sekolah untuk belajar tatap muka justeru siswa diperhadapkan dengan bencana alam banjir.

“Hari ini hari pertama sekolah, namun  lorong atau jalan menuju ke sekolah terendam banjir, jadi proses belajar mengajar atau pembelajaran tatap muka hari ini ditiadakan karena banjir, kejadian seperti ini setiap tahun terjadi, dan kami berharap kepada pemerintah agar memperhatikan hal ini,” ujar Nuraeni.

Nuraeni mengatakan akses menuju ke sekolah SMA Negeri 4 Luwu ada 3 jalan namun semua terendam banjir.

“Untuk sampai ke sekolah ada 3 jalan namun saat ini semua jalan kondisinya terendam banjir, sehingga siswa tidak dapat ke sekolah termasuk para guru, jadi saat ini kami menunggu surutnya air untuk bisa ke sekolah memantau seperti apa kondisi disana,” tutur Nuraeni.

 

Previous Post Next Post