3 Desa dan 1 Kelurahan Terendam Akibat Meluapnya Sungai Bua
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

 

LUWU - Banjir merendam 3 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, akibat meluapnya Sungai Bua setelah diguyur hujan deras sejak Senin (20/12/2021) sore.

Daerah yang terendam masing-masing, Desa Pabbaresseng, Desa Tana Rigella, Desa Barowa dan Kelurahan Sakti.

Ketinggian air mencapai 50 hingga 80 sentimeter yang merendam ruas jalan dan permukiman warga. Sejumlah warga terlihat nekat melintas di tengah banjir demi sampai di tempat kerja.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu menyebutkan data sekitar seribu rumah warga yang terendam di daerah tersebut dan pihaknya masih melakukan asesmen di lokasi.

“Ada sekitar seribuan rumah yang terendam di 3 desa dan 1 kelurahan, tadi di Desa Tana Rigella terdapat 257 rumah dan lainnya masih sementara diasesmen, pantauan kami di lokasi sejauh ini tidak ada ada kerusakan, yang ditimbulkan,” kata Hasral, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Luwu saat dikonfirmasi, Selasa (21/12/2021) dini hari.

Hasral menambahkan kondisi Sungai Bua mengalami pendangkalan yang menyebabkan air kerap meluap saat terjadi banjir.

“Terjadi pendangkalan di sungai sehingga setiap banjir datang, meluap ke permukiman warga dan merendam akses warga,” ucap Hasral.

Kepala Desa Tanarigella, Satti mengatakan sebanyak 257 unit rumah warga terendam, akibat meluapnya Sungai Bua yang diperparah dengan rendahnya tebing penguatan di Sungai Bua sehingga memicu luapan air masuk ke  permukiman warga..

“Kalau saya lihat ini, rendahnya tebing penguatan sungai menjadi pemicu, untuk itu kepada pihak terkait yang menangani kalau bisa dibantu agar tebing penguatan sungai ditambah atau dinaikkan agar bisa menahan luapan air saat banjir,” ujar Satti.

Sementara itu Warga Desa Barowa, Rahmat mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 20.00 Wita Senin (20/12/2021) malam yang membawa material bercampur lumpur masuk ke dalam rumah yang menyulitkan warga untuk membersihkan.

“Banjir cepat naikna, desa kami memang sudah menjadi langganan banjir setiap saat, apalagi banjir kali ini diperparah dengan naiknya air pasang laut,” tutur Rahmat.

Previous Post Next Post