Upaya Mengungkap Kasus Kematian Panca Subastio, Polres Palopo Bakal Segera Gelar Perkara
INSPIRASI TIMUR INDONESIA


PALOPO
— Hampir 4 bulan sudah kasus kematian Panca Subantio (17), korban yang ditemukan dengan kondisi tewas dalam got di samping Kantor Mandala Finance Palopo, hingga kini masih menyisakan misteri. Polisi belum juga menemukan titik terang perihal siapa pelakunya.

Korban yang masih berstatus pelajar di SMK Negeri 2 Palopo itu merupakan warga Jalan Juanda, Kelurahan Mungkajang, Kecamatan Wara, Kota Palopo. Jasadnya ditemukan pertama kali oleh Security Mandala Finance pada hari raya Idul Adha 1442 Hijriah, Selasa (20/7/2021) lalu.

Atas kematian Panca Subastio, pihak keluarga korban mendesak kepada pihak kepolisian untuk serius menangani kasus ini.

Meski polisi telah mengumpulkan berbagai barang bukti hingga memeriksa sejumlah saksi dalam kasus tersebut, nampaknya kasus ini masih menjadi sebuah misteri dalam menemukan pelakunya.

Informasi yang diperoleh, pihak keluarga korban tersebut berencana akan melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban apakah mati wajar atau tidak wajar. 

Kapolres Palopo AKBP Alpian Nurnas mengatakan, dalam upaya untuk mengusut kematian Panca, selain Polres Palopo, personil Polsek Wara juga akan dilibatkan dalam penanganan kasus tersebut. Polres Palopo berencana akan melakukan gelar perkara pada pekan depan, Kamis 4 November 2021 mendatang.

“Upaya pengungkapan kematian Panca Subastio, saya perintahkan Polsek Wara agar ikut serta dalam penanganan kasus tersebut. Hal itu menjadi salah satu permintaan pihak keluarga korban,” ujar AKBP Alfian Nurnas, saat dikonfirmasi, Rabu (27/10/21) kemarin.

Sebelumnya, keluarga Panca Subastio mendatangi Mapolres Palopo, pada Senin (26/7/2021) lalu. Mereka ingin menanyakan sejauh mana kasus itu dalam penanganan polisi.

Kakak korban, Eky Sulisthio mengatakan tak terima jika kasus adiknya hanya berakhir sebagai kasus kecelakaan.

“Kami melihat pemberitaan di beberapa media yang menyatakan kasus adik kami hanya sebagai kecelakaan,” ungkap Eky Sulisthio.

Ia mengatakan luka lebam yang ada di tubuh korban bukanlah karena berbenturan dengan pondasi dan dinding. Pihak keluarga menilai, sebelum meninggal korban dianiaya.

“Saat memandikan jenasah adik kami, ada beberapa luka lebam yang kami ragukan karena berbenturan dengan pondasi. Luka itu ada di punggung sebelah kanan dan dada sebelah kiri,” jelasnya.


Previous Post Next Post