Buat Sayembara Tangkap Pelaku Terduga Pencabulan, Polres Palopo Tuai Kritik
INSPIRASI TIMUR INDONESIA

PALOPO - Upaya Polres Palopo untuk menemukan pelaku kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur di Kota Palopo, Sulawesi Selatan dilakukan dengan membuka sayembara.

Sayembara yang dilakukan Polres Palopo tersebut menuai kritikan dari pemerhati hukum.

Kritikan dari Mahasiswa Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) Ilmu Hukum, Nato Hisbullah.

Menurut Nato, langkah yang di tempuh Polres Palopo tersebut mencerminkan lemahnya kinerja polisi dalam menangani persoalan ini.

"Apa yang dilakukan polres Palopo tidak mencerminkan sikap kerja profesional bagi institusi Polri, hal ini tentu sangat disayangkan," kata Nato.

Dalam kesempatan yang sama, Nato juga menantang debat terbuka bagi polres palopo untuk membahas hal tersebut.

"Maka dengan ini saya juga akan menantang institusi polres palopo dalam debat terbuka tanpa imbalan dalam membahas persoalan yang terjadi ini," ucap Nato.

Kapolres Palopo AKBP Alvian Nurnas berjanji akan berikan hadiah Rp 10 juta bagi siapa saja yang menemukan pelakunya.

"Bagi yang bisa memberitahukan keberadaan pelakunya, akan diberi hadiah uang sebesar Rp10 juta. Ini berlaku untuk siapa saja,” ujar Kapolres saat mengadakan silaturahmi dengan awak media di Cafe Swettnes kota Palopo, Rabu (27/10/2021) malam.

Kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur yang ditangani Polres Palopo ini sudah berjalan sejak beberapa bulan yang lalu.

Pelakunya berinsial JT, setelah ditetapkan menjadi tersangka, JT melarikan diri. Polisi kesulitan menemukan keberadaannya.

Kini JT masuk dalam DPO Polres Palopo.
Previous Post Next Post