Inspirasi Timur

 



LUWU UTARA -- Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) Pembelajaran Keluarga melalui Pengasuhan Positif Berbasis Hak Anak, berlangsung di Aula Hotel Bukit Indah, Masamba, Selasa, (9/3/2021).

Pada pelaksanaan kegiatan itu, juga dirangkaikan dengan Konfeksi Hak Anak dan Pelatihan Korban Kekerasan pada Layanan Kesehatan, yang akan berlangsung hingga (12/3/2021) mendatang.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, hal ini dilakukan untuk mewujudkan Desa Ramah dan Layak Anak, di mana seluruh fasilitator edukator keluarga yang mengikuti Training of Trainer (ToT), nantinya bertugas untuk memberikan pendampingan.

“Harapan kita, para fasilitator yang kita latih hari ini nantinya harus bisa saling bersinergi untuk mewujudkan desa ramah anak dan layak anak di Kabupaten Luwu Utara,” kata Indah Putri Indriani. 

Untuk itu, dia berharap para fasilitator keluarga tersebut dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

“Saya minta mereka diidentifikasi dan didampingi. Pastikan mereka menjalankan tugasnya dengan baik, karena kegiatan ini tidak boleh berakhir pada saat selesainya pelatihan, karena yang kita latih adalah fasilitator yang nantinya bertugas di masing-masing desa,” harap Indah.

Ia mengatakan, fasilitator juga harus bisa memengaruhi setiap orang bagaimana menciptakan desa yang ramah anak, utamanya dalam hal pencegahan kekerasan terhadap anak.

“Saya harap kita bisa berkolaborasi dengan membangun partnership di semua sektor. Termasuk bagaimana fasilitator ini bisa merekrut dan melatih calon fasilitator lainnya di desa. Minimal satu dusun satu fasilitator bekerjasama TP-PKK melalui DWP Kecamatan dan Dasa Wisma. Mereka juga harus dilibatkan dalam kegiatan ini,” papar Indah.

Yang tak kalah penting, lanjut dia, fasilitator tak hanya cerdas, tapi juga memiliki kemampuan memengaruhi orang.

Sebelumnya, Plt. Kadis DP3A, Besse Andi Pabeangi, menyebutkan, tahun ini ada 30 fasilitator dilatih yang kemudian nantinya akan disebar di 30 desa untuk memberikan pendampingan, terkait pengasuhan positif berbasis hak anak. Pihaknya juga melibatkan sebuah lembaga bernama “Save The Children” untuk membantu fasilitator dalam kegiatan pola pengasuhan anak.

“Sejak tahun 2020 ada 30 fasilitator yang sudah kita latih, dan 80% sudah melakukan implementasi pola pengasuhan anak bagi keluarga di tingkat desa,” ungkap Besse.  

Kegiatan ToT Pembelajaran Keluarga ini berlangsung selama tiga hari, mulai 9 - 12 Maret 2021, dengan tujuan meningkatkan sumberdaya manusia, dalam hal ini calon fasilitator edukator keluarga, terkait pemenuhan hal dan perlindungan anak dalam keluarga, meningkatkan layanan penanganan korban pada layanan kesehatan serta mewujudkan pengembangan implementasi desa layak anak dengan membentuk Puspaga Desa. (ben/LH)

Previous Post Next Post