Tinggal Dirumah Berdinding Terpal, Putri Dakka akan Renovasi Rumah Kakek Mareng

SPACE PANJANG

 





Palopo - Miris nasib, kondisi kehidupan sang kakek Mareng (68) bersama sang istri dan kedua cucunya yang kini tinggal di sebuah gubuk di Kelurahan Takkalla, Wara Selatan, Kota Palopo.

Kondisi gubuk tempat dirinya tinggal hanya berdindingkan terpal dan lantai tanah, diperparah lagi pada saat malam tiba mereka hanya diterangi sebuah pelita. 

Tak hanya itu, mereka juga kesulitan sumber air bersih, untuk keperluan masak dan juga minum mereka harus mengambil air dari tetangga.

Mendengar kisah kehidupan kakek Mareng yang tinggal disebuah gubuk yang bukan lahan miliknya, membuat salah satu dermawan Sahabat Putri Dakka terjun langsung mengunjungi kediaman kakek mareng.

“Sebelumnya saya mendengar infomasi kehidupan kakek mareng dari media, sehingga membuat hati bergerak cepat mengunjungi, tempat tinggal kakek Mareng dan nenek sulastri,” kata Putri, Senin (15/02), saat ditemui, di kediaman kakek Mareng.

Putri menambahkan bahwa keadaan nenek sulastri memang sangat memprihatinkan dimana rumah nenek sulastri sebagian berdinding terpal.

“Dindingnya terpal, jika hujan itu masuk air, kemudian lantainya tanah, dan disini sama tidak ada sumber air dan mck serta tidak ada listriknya. Kita akan merenovasi rumah ibu sulastri sehingga lebih layak untuk dihuni,” tambahnya.

Selain itu, Putri Dakka juga mengajak Mareng berserta keluarganya untuk menginap di hotel selama proses renovasi.

"Mulai besok kita akan mulai proses renovasi, keluarga kakek Mareng bersama sang istri  beserta dua orang cucunya akan kita bawa ke hotel menginap sembari renovasi berjalan," ungkapnya.

Sementara itu, kakek Mareng menyampaikan ucapan terimah kasih atas kunjungan Putri Dakka, yang mengulurkan bantuan untuk renovasi rumah dan juga bantuan lainnya.  

“Terimakasih kepada Ibu Putri yang begitu baik, hingga ingin merenovasi gubuk kami. Saya tidak menduga bantuan ini, terimakasih banyak semoga rejekinya lancar, dan diberi keselamatan dunia akhirat," ucap Mareng sambil mengusap air matanya.

Mareng menuturkan bahwa dirinya tak kuasa menahan tangis dengan kunjungan putri dakka yang telah tulus membantu merenovasi tempat tinggalnya.

“Baru kali ini saya menangis seperti ini, dia bukan keluarga saya tapi dia tulus membantu saya bersama keluarga, terimakasih anak putri semoga Allah membalas kebaikannya,” tutur mareng samba mengusap air matanya.

kakek dan nenek dengan dua cucu ini hanya tinggal di sebuah gubuk yang berdindingkan terpal, berlantai tanah, dan hanya pelita kecil yang menerangi mereka di malam hari serta tidak memilik Mck.

Sebelumnya sang suami menghidupi keluarga lewat profesi sebagai buruh bata merah. Namun kondisi kesehatan yang membuat Mareng kini hanya mengembala. 

"Ini juga sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada pemilik tanah, yang memberikan izin untuk mendirikan gubuk di lahan miliknya. Saya sendiri tidak berbuat banyak untuk tangan saya sering sakit dan hanya bisa tingga menjaga cucu dirumah," ucapnya.

Previous Post Next Post