Inspirasi Timur

 



 

PALOPO - Aksi solo mahasiswa Universitas Andi Djemma Kota Palopo, Sulawesi Selatan, berlangsung di Depan Rektorat Kampus Universitas Andi Djemma Palopo yang berada di Jalan Anggrek, Non Blok, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Rabu (6/01/ 2020).

Aksi solo tersebut dilakukan oleh Muh Ardianto Palla yang biasa di sapa sehari-harinya Apet, dari Fakultas Hukum Hukum Unanda Palopo.

Ia melakukan aksi solo sebagai buntut kekecewaannya terhadap pihak Kampus Universitas Andi Djemma Palopo, kerena tidak menepati janji adanya sebuah dispensasi yang diberikan terhadap mahasiswa yang terdampak banjir bandang yang ada di Luwu Utara pada tanggal 13 Juli 2020.

"Aksi yang saya lakukan seorang diri ini adalah sebagai bentuk rasa kekecewaan saya terhadap pihak Kampus Unanda Palopo, kerena jiwa kemanusian tidak ada sama sekali terhadap saudara kami Mahasiwa yang terkena Banjir Bandang yang ada di Luwu Utara, sampai saat ini tidak ada kejelasan mengenai keringanan yang diberikan kepada mereka,” ucapnya dalam orasinya.

Dalam orasinya, Apet menagih perkataan Wakil Rektor I Unanda Palopo Dr. Suardi,  yang terbit di beberapa media elektronik, yang mengatakan tuntutan tentang pembebasan biaya BPP terhadap mahasiswa korban banjir bandang di Luwu Utara sudah dipenuhi pihak Kampus, pada saat menyerap aspirasi mahasiwa Tehnik Sipil, kerena sebelumnya Mahasiwa Fakultas Tehnik Sipil Unanda Palopo melakukan aksi unjuk rasa di kampus pada tanggal 5 Oktober 2020, dengan membawa tuntutan berupa pembebasan BPP terhadap mahasiswa yag terkena banjir bandang yang ada di Luwu Utara.

"Saya hadir didepan Rektorat Kampus Unanda Palopo ini menagih perkataan Wakli Rektor I Unanda di beberapa Media Elektronik tentang pembebasan Biaya Penyelenggara Pendidikan (BPP) kepada Mahasiswa yang terdampak bandang bandang di Luwu Utara, jangan sampai perkataan tersebut memberikan harapan palsu kepada mahasiswa yang terdampak banjir bandang, jika hal tersebut terjadi maka saya katakan jiwa kemanusian para pimpinan kampus Uananda Palopo ini telaha hilang," ujar Apet. 

Aksi solo ini, Apet membwa isu dan beberapa tuntutan yakni Menagih Janji Kampus Unanda Pembebasan Bpp.

“Tuntutan saya adalah  Mendesak kampus menepati janji pembebasan BPP kepada mahasiswa yang terkena banjir bandang Luwu Utara dan segera realisasikan penggaratisan BPP kepada mahasiswa banjir bandang Luwu Utara,” tutur Apet. (Rilis/Man)


Post a Comment

Previous Post Next Post